Pemberian Magnesium Sulfat (MgSO4) kepada ibu hamil tidak boleh dilakukan secara asal. Terdapat aturan dan ketentuan yang harus diketahui oleh ibu hamil agar mendapatkan manfaat optimal.
Menerima kabar bahwa harus melahirkan bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang diharapkan tentu bisa menjadi situasi yang menegangkan. Dokter dan bidan akan menjelaskan mengenai risiko kelahiran prematur serta membantu Bunda dalam mengambil keputusan terkait perawatan untuk ibu dan bayi.
Melansir laman Global Hospital NHS,bayi yang lahir sebelum waktunya bisa berarti bahwa beberapa bayi memiliki risiko lebih besar mengalami kesulitan bernapas serta rentan terhadap infeksi. Bayi yang lahir lebih awal juga mungkin mengalami kesulitan dalam menjaga suhu tubuh yang stabil dan menyusu dengan benar. Untuk kebanyakan bayi, kondisi ini akan membaik dengan bantuan dari dokter dan perawat neonatal.
Beberapa bayi yang lahir lebih awal dari waktu yang seharusnya dapat menghadapi masalah jangka panjang. Kondisi ini bisa memengaruhi perkembangan otak bayi dan berpotensi menyebabkancerebral palsyatau masalah penglihatan dan pendengaran.
College Kebidanan dan Ginekologi Amerika(ACOG) menyebutkan bahwa pemberian MgSO₄ sebelum persalinan yang terjadi lebih awal dari waktunya berpotensi menurunkan risikocerebral palsypada bayi yang berhasil bertahan hidup.
Apa yang dimaksud dengan Magnesium sulfat (MgSO4)?
Magnesium sulfat (MgSO4) merupakan obat yang diberikan kepada wanita yang janinnya akan lahir antara minggu ke-24 hingga ke-30 kehamilan. Obat ini mampu melindungi beberapa bayi dari perkembangancerebral palsy.
Magnesium sulfat juga bisa berguna bagi bayi yang lahir antara usia kehamilan 30 hingga 34 minggu, namun belum jelas seberapa besar manfaatnya dalam mengurangi risiko terjadinya cerebral palsy.
Apa yang dimaksud dengan cerebral palsy (CP)?cerebral palsy)?
Gangguan motorik yang disebut dengan cerebral palsy terjadi akibat kerusakan otak selama masa perkembangan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir sebelum waktunya.
Gangguan otak pada anak-anak berbeda-beda dalam cara dan tingkat dampaknya. Terkadang diperlukan waktu untuk memahami bagaimana seorang anak terkena gangguan tersebut. Bayi yang lahir lebih awal dari masa kehamilan perlu menjalani pemeriksaan berkala guna mengamati perkembangannya. Sekitar 1 dari 10 bayi yang lahir sebelum usia 30 minggu mengalami kelainan otak.
Meskipun penyakit kelumpuhan otak tidak bisa disembuhkan, terdapat bantuan dari tim ahli yang siap membantu mereka yang terkena dampaknya.
Apakah magnesium sulfat bisa menghindarkan semua bayi dari palsi serebral? Tidak, beberapa bayi tetap bisa mengalami palsi serebral meskipun ibu mereka mendapatkan pengobatan dengan magnesium sulfat.
Penelitian menunjukkan bahwa 1 kasus kelumpuhan otak dapat dihindari untuk setiap 37 ibu yang diberi magnesium sulfat. Obat ini sangat efisien dalam mengurangi risiko terjadinya kelumpuhan otak hingga separuhnya pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 30 minggu.
Foto: Getty Images/Dobrila Vignjevic |
Risiko yang dihadapi ibu hamil saat mengonsumsi magnesium sulfat
Ibu yang diberikan magnesium sulfat bisa mengalami beberapa efek samping sementara. Efek yang paling sering terjadi adalah rasa panas dan mual ketika pertama kali diberikan. Ibu yang sedang hamil juga mungkin merasakan sakit kepala. Efek samping ini biasanya menghilang dalam waktu singkat, sekitar setengah jam.
Ibu yang sedang hamil juga akan diawasi terhadap efek samping yang jarang terjadi, seperti tekanan darah rendah atau kesulitan dalam pernapasan. Tidak ada bahaya yang diketahui terhadap bayi ketika ibu diberikan magnesium sulfat.
Magnesium sulfat bisa bermanfaat bagi sebagian pasien preeklamsia. Namun, terdapat risiko penggunaan berlebihan magnesium, yang dikenal sebagai toksisitas magnesium. Mengonsumsi terlalu banyak magnesium dapat membahayakan nyawa ibu dan janin. Pada wanita, gejala yang paling umum meliputi:
- Mual, diare, atau muntah
- Penurunan tekanan darah yang cukup besar
- Jantung berdetak perlahan atau tidak teratur
- Masalah pernapasan
- Kekurangan mineral selain magnesium, khususnya kalsium
- Kebingungan atau pandangan kabur
- Koma
- Serangan jantung
- Kerusakan ginjal
Ketentuan pemberian MgSO4 kepada ibu hamil
Berikut beberapa kriteria medis atau kondisi yang umumnya perlu diperhatikan sebelum atau selama pemberian MgSO4, yang dikumpulkan dari berbagai sumber:
1. Diagnosis preeklamsia berat / eklampsia / risiko tinggi terkena kejang
Dilansir dari OBGProject,pemberian MgSOâ terutama digunakan sebagai pencegahan kejang (antikonvulsan) pada pasien yang mengalami preeklamsia berat atau telah mengalami eklampsia. Jika tidak ada tanda-tanda berbahaya, pemberian MgSOâ sebagai pencegahan rutin belum selalu disetujui secara universal.
2. Fungsi ginjal cukup atau tidak ada gagal ginjal yang parah
Magnesium dikeluarkan melalui ginjal, sehingga penting untuk memastikan fungsi ginjal berjalan dengan baik. Hal ini dilakukan agar mencegah penumpukan magnesium yang berlebihan dan keracunan.
3. Aliran urine cukup
Kondisi nyata pemberian MgSO4 adalah keluaran urine minimal 30 mL/jam dalam empat jam terakhir. Jika aliran urine terlalu sedikit, maka risiko penumpukan magnesium akan meningkat.
4. Ibu tidak mengalami kesulitan pernapasan
Frekuensi pernapasan harus terus diawasi. Jika terjadi penurunan kecepatan pernapasan, maka perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap pemberian MgSO4 karena berpotensi menyebabkan penekanan pada fungsi pernapasan.
5. Tersedianya obat penangkal atau pengelolaan toksisitas
Sebelum memberikan MgSO4, perlu dipastikan tersedianya kalsium glukonat sebagai antidot. Hal ini diperlukan apabila terjadi keracunan atau kelebihan kadar magnesium.
6. Tidak ada larangan mutlak
Beberapa kondisi seperti myasthenia gravis berat, blok jantung, atau depresi neuromuskular parah termasuk kontraindikasi. Hal ini dapat memperburuk dampak magnesium.
Aturan pemberian dosis dan regimen MgSOâ
Pemberian MgSO4 harus sesuai dengan protokol yang telah disepakati setelah memenuhi syarat tertentu. Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Magnesium sulfat sebaiknya diberikan dalam waktu 24 jam sebelum persalinan agar mendapatkan hasil yang optimal, namun mungkin masih bermanfaat jika diberikan kapan saja sebelum kelahiran.
Jika bayi perlu segera lahir (dalam waktu satu jam), Ibu mungkin tidak akan mendapatkan pemberian magnesium sulfat lengkap atau pemberian magnesium sulfat mungkin bukan opsi yang digunakan.
Dokter atau bidan akan memasukkan cairan infus ke dalam pembuluh darah di lengan. Dosis pertama akan diberikan kepada Bunda dalam bentuk satu kali dosis sebesar 4 hingga 6 gram magnesium sulfat yang disalurkan melalui pompa infus selama 10 hingga 20 menit secara perlahan.
Kemudian diikuti dengan dosis kedua yang diberikan secara terus-menerus selama 24 jam berikutnya menggunakan pompa elektronik. Ibu akan diawasi secara ketat selama proses pengobatan.
Untuk Ibu-ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Squad. Daftar dengan klik diSINI. Gratis!
Foto: Getty Images/Dobrila Vignjevic
Penelitian menemukan manfaat mengonsumsi vitamin dan mineral selama kehamilan, yang dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
Konsumsi asam folat pada awal kehamilan dapat mencegah keterlambatan bicara pada anak di masa depan.
5 Foto Nina Zatulini yang Hamil Anak Keempat, Mulai Menampilkan Selfie dengan Perut Buncit










