Trending

Detoks Digital untuk Gen Z, Tenangkan Pikiran?

– Siapa yang tidak terikat dengan perangkat elektronik di era saat ini? Mulai dari bangun pagi hingga akan kembali tidur, rasanya tangan selalu dekat dengan gadget.

Perangkat elektronik diperlukan baik untuk keperluan sekolah, pekerjaan, belanja online, atau hanya sekadar menelusuri TikTok dan Instagram.

Ternyata, kebiasaan ini memiliki dampak negatif. Tidak hanya menyebabkan mata lelah, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa.

Tidak jarang, terlalu lama menggunakan perangkat digital dapat menyebabkan seseorang merenung berlebihan.

Untuk menghadapinya, banyak generasi Z mencoba gaya hidup baru bernama digital detox. Namun, seberapa efektif metode ini dalam mengurangi kecemasan berlebihan dan menjaga kesehatan mental? Mari kita bahas bersama.

Apa Itu Digital Detox?

Secara sederhana, digital detox adalah istirahat sejenak dari perangkat elektronik dan media sosial agar pikiran kita dapat “menghirup udara segar”.

Berdasarkan Departemen Psikologi Binus University, digital detox merupakan waktu di mana seseorang secara sadar menjauhkan diri dari layar perangkat elektronik selama beberapa saat.

Tanda-tanda kamu membutuhkan detox digital biasanya ditandai dengan hal ini:

Baca Juga  7 Cara Mengatasi Nyeri Perut Pasca Olahraga

• Kecemasan muncul ketika perangkat elektronik tidak berada di sekitarmu.

• Sering mengakses perangkat elektronik meskipun tidak ada pemberitahuan.

• Terlalu memikirkan jumlah like dan komentar di media sosial.

• Perasaan cemas cenderung meningkat setelah menggulung media sosial.

• Khawatir melewatkan berita jika tidak membuka perangkat elektronik.

• Kesulitan tidur karena lebih suka menggulir.

• Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan sesuatu tanpa melakukan pemeriksaan ulang.

Kapan Waktu Paling Ideal untuk Melakukan Digital Detox?

Ternyata, tidak semua orang mampu langsung berhenti sepenuhnya dari penggunaan perangkat elektronik. Terlebih jika aktivitas sehari-hari seperti sekolah, kuliah, atau bekerja masih dilakukan secara daring. Oleh karena itu, aturlah waktumu agar tidak mengganggu tugas-tugas yang harus kamu lakukan.

Tips sederhananya, sebagaimana dilaporkan oleh Rumah Sakit EMC adalah:

• Mulai melakukan detox digital pada malam hari sebelum tidur.

• Nonaktifkan notifikasi media sosial agar tidak terganggu oleh gangguan.

• Batasi durasi penggunaan perangkat elektronik, seperti misalnya mengakses media sosial maksimal dua jam sehari.

Baca Juga  Apa Itu Obesitas Sentral? Waspada Perut Buncit!

• Jika diperlukan, hapus aplikasi yang menyebabkan ketergantungan.

Salah satu hal penting adalah memberitahu orang terdekat sebelum melakukan detox digital. Tujuannya adalah agar mereka memahami bahwa kamu sementara waktu tidak bisa dihubungi.

Apa yang Dilakukan Saat Berhenti Menggunakan Gadget?

Jika tidak menggunakan gadget, lalu harus melakukan apa? Tenang. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa menjadi pengganti kebiasaan menggulirkan layar, misalnya:

• Membaca buku atau komik.

• Aktivitas fisik ringan seperti lari kecil atau latihan yoga.

• Belajar masak.

• Berjalan di sore hari bersama teman atau anggota keluarga.

• Menggeluti bidang musik atau menghasilkan karya seni.

• Catat jurnal agar dapat memantau perkembangan proses detoksifikasi kamu.

Kebaikan Berhenti dari Teknologi bagi Generasi Z

Jika dilakukan secara teratur, digital detox dapat memberikan berbagai manfaat positif. Menurut RS EMC, manfaatnya antara lain:

• Mengurangi perasaan cemas dan pikiran berlebihan.

• Membantu mendapatkan tidur yang lebih lelap.

• Meningkatkan perhatian dan ketenangan pikiran.

• Meningkatkan rasa percaya diri.

Baca Juga  7 Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Kram Perut

• Bekerja sama menjaga kesehatan mental agar tidak mudah mengalami tekanan.

Jadi, jika kamu masih sering terlalu memikirkan hal-hal karena penggunaan gadget, ayo mulai coba melakukan detox digital secara perlahan. Tidak perlu langsung berhenti sama sekali menggunakan gadget, cukup atur waktu penggunaanmu dan beri ruang bagi dirimu sendiri. Siapa tahu, pikiran menjadi lebih tenang dan suasana hati lebih stabil.