Trending

Aksi Wifi Usai Digenggam Hashim: Luncurkan Anak Perusahaan hingga Penerbitan Saham Besar

Perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge aktif melakukan berbagai tindakan korporasi setelah adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bergabung pada Desember 2024 lalu. Hashim masuk ke WIFI melalui pengambilalihan 45% saham perusahaan induk Surge, PT Investasi Sukses Bersama.

Di minggu ini, Surge baru saja mengumumkan pembentukan anak perusahaan baru yang bernama PT Solusi Sinergi Borneo (SSB). Anak perusahaan Surge yang berada di Pontianak ini bergerak dalam bidang penyedia layanan internet, perdagangan alat telekomunikasi, serta penjualan berbagai jenis barang.

Selain itu, komposisi kepemilikan saham SBB terdiri dari 70% yang dimiliki oleh WIFI dan sisanya sebesar 30% dimiliki oleh PT Sinergi Integrasi Borneo.

“Dapat disampaikan bahwa transaksi tersebut dapat mendukung perluasan dan pengembangan perusahaan,” tulis Direktur WIFI Shannedy Ong dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/10).

Pembentukan anak perusahaan dilakukan oleh Surge setelah perusahaan melepas saham atau melakukan divestasi terhadap tiga anak usahanya secara bersamaan. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Aspek Media Indonesia (AMI), PT Ini Kopi Indonesia (IKI) dan PT Integrasi Media Terkini (IMT).

Aksi divestasi ini dilakukan melalui perusahaan anaknya, PT Kreasi Kode Digital (KKD), yang menjual seluruh kepemilikan sahamnya di IKI kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM). Nilai transaksi mencapai Rp 594 juta yang dilakukan pada 19 dan 24 September 2025.

Baca Juga  Tugas dan Wewenang OJK, Regulator dari Krisis Keuangan

Kemudian, Surge mengalihkan kepemilikan saham di IMT kepada IGM sebesar Rp 599 juta. Perjanjian penjualan saham juga ditandatangani pada hari yang sama. Terakhir, perusahaan menjual sahamnya di AMI kepada IGM dengan nilai transaksi sebesar Rp 599 juta.

Seperti dua transaksi sebelumnya, perjanjian tersebut dibuat dalam bentuk dokumen yang ditandatangani pada tanggal 19 dan 24 September 2025. Jika dihitung, total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 1,79 miliar.

“Adanya perubahan akta tersebut tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perseroan,” kata Shannedy.

Tidak hanya itu, WIFI juga sedang giat melakukan berbagai kegiatan korporasi untuk mendukung kinerja bisnisnya. Perusahaan, antara lain, berencana membangun jaringan internet di jalur kereta Jawa serta mengikuti lelang frekuensi 1,4 GHz melalui anak perusahaannya PT Telemedia Komunikasi Pratama.

Jaringan telekomunikasi ini telah selesai menyelenggarakanright issuedengan menargetkan dana hingga Rp 5,89 triliun yang akan digunakan untuk membangun jaringan internet di jalur kereta Jawa. Melalui right issuedi sini, perusahaan menerbitkan 2,94 miliar saham baru yang setara dengan 55,56% dari modal yang telah ditempatkan dan dibayar penuh. Sedangkan mengenai harga pelaksanaanright issueitu adalah Rp 2.000 per saham.

Merujuk laporan pelaksanaan right issue, Ficomindo Buana Registrar mencatat sebanyak 601,43 juta lembar saham yang telah diambil oleh pemegang saham pada hari terakhir pelaksanaan. Dengan demikian, hingga tanggal 16 Juli 2025 jumlah saham WIFI yang beredar mencapai 5,08 miliar lembar.

Baca Juga  Teknologi Indonesia dan Bursa Asia Kompak Naik, Ini Pemicunya

Berdasarkan informasi yang dihimpun .co.id,pemesanan saham tambahan right issueWIFI diminati oleh para investor di pasar modal. “Right Issue WIFI hinggaoversubscribe,” kata salah satu sumber di pasar modal.

Kepala Eksekutif WIFI Yune Marketa menjelaskan, penambahan modal melaluiright issuesebagai bukti bahwa model bisnis perusahaan tidak hanya berkembang, tetapi juga dapat bertahan dalam jangka panjang. Ia mengatakan, perusahaan menciptakan kemitraan strategis dengan lebih dari 400 ISP lokal, sebagian besar di antaranya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah, guna menyediakan 400 homepass di 400 stasiun kereta api.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, perusahaan berencana untuk mengalokasikan dana investasi atau 2. Berikutnya, perusahaan memiliki rencana untuk menyalurkan anggaran modal atau 3. Selanjutnya, perseroan berencana mengalokasikan belanja modal atau 4. Perusahaan selanjutnya berencana untuk melakukan pengeluaran modal atau 5. Berikutnya, perusahaan akan menyalurkan dana investasi ataucapital expenditureInvestasi (capex) sebesar Rp 3,5 triliun dialokasikan untuk mengembangkan jaringan internet sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa.

Kepala Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, mengungkapkan, anggaran modal perusahaan didukung oleh dana sebesar Rp 1 triliun yang berasal dari perusahaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi asal Jepang, NTT East. Sementara sisanya senilai Rp 2,5 triliun diperoleh melalui penerbitan obligasi atau bond issuance.

Baca Juga  Di Balik Kenaikan Bunga Deposito Dolar

“Jadi totalnya sekitar Rp 3,5 triliun untuk tahun 2025 dan pengeluaran modal pada tahun ini telah terpenuhi seluruhnya,” ujar Shannedy Ong dalam Public Expose Live 2025 secara virtual, Rabu (10/9).

Tindakan lain yang dilakukan WIFI adalah melibatkan anak perusahaannya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, dalam lelang frekuensi 1,4 Ghz. WIFI kemudian berkompetisi bersama enam perusahaan lokal, termasuk PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Juga terdapat PT XLSMart Telecom Sejahtera yang merupakan anak usaha dari PT XLSmart Tbk (EXCL).

“Lelang ini berperan sebagai pemicu untuk mempercepat pengembangan internet yang terjangkau bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, sejalan dengan transformasi dan inklusi digital pemerintah,” kata Yune.