Trending

Angkutan Barang Udara Menurun, Harga Tinggi Jadi Penyebab?

,JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS)BPS) mencatat peningkatan jumlah angkutan barangpada transportasi laut dan kereta api dalam negeri pada Agustus 2025, sementara menggunakan pesawat justru mengalami penurunan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menyampaikan bahwa data tersebut memang benar, karena terjadi ketidaknormalan dalam isu logistik di Indonesia.

Meskipun Indonesia adalah negara kepulauan, berdasarkan data yang dimilikinya, pengangkutan barang terbesar justru tercatat melalui jalur darat, bukan laut maupun udara.

“Tetapi ternyata data tersebut menunjukkan bahwa 90% pengangkutan barang dilakukan melalui darat. Selanjutnya laut, kereta api, baru pesawat terbang,” katanya kepadaBisnis, Kamis (2/10/2025).

Ia tidak membantah bahwa pengangkutan barang melalui udara memang memiliki sedikit peminat karena masalah biaya yang tinggi. Di sisi lain, pengangkutan melalui laut atau menggunakan kapal, jauh lebih murah.

Selanjutnya, transportasi darat menjadi pilihan utama karena kepadatan penduduk Indonesia yang berada di Pulau Jawa-Bali dan Sumatra.

Mahendra juga menyampaikan bahwa darat menjadi pilihan karena kondisi jalan yang relatif memadai, terutama dengan pesatnya pengembangan jalan tol dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca Juga  Penutupan AS Bikin Emas Berkilau, Melayang ke US$ 3.900

Meskipun demikian, transportasi melalui darat tetap menjadi penyumbang terbesar biaya logistik atau transportasi.

“Sebagian besar melalui darat, namun jalur darat memberikan biaya logistik atau transportasi yang paling besar. Mengapa orang memilih jalur darat? Karena fasilitas lautnya masih kurang,” katanya.

Mahendra memberikan contoh bahwa logistik antara Jakarta dan Surabaya seharusnya bisa lebih murah dan efisien jika menggunakan rute laut. Misalnya, satu kapal mampu membawa 100 truk, sehingga mengurangi 100 kendaraan di jalan dan menghemat penggunaan bahan bakar.

Kinerja Angkutan Barang

Sebelumnya, Wakil Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah melaporkan bahwa secara bulanan ataumonth to month(MtM), terjadi kenaikan jumlah kendaraan pengangkut barang dalam transportasi laut dalam negeri serta transportasi kereta api.

“Peningkatan terbesar dalam transportasi kereta mencapai 2,61%,” katanya, Rabu (1/10/2025).

Volume barang yang dikirimkan kereta pada Agustus 2025 mencapai 6,4 juta ton, meningkat sebesar 2,61% dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan pengiriman barang juga terjadi di wilayah Sumatra dengan kenaikan sebesar 3,39%, sementara di wilayah Jawa non-Jabodetabek terjadi penurunan sebesar 1,07%.

Baca Juga  BP-Shell Akui Penyebab Kekurangan BBM di SPBU Swasta, Impor Terbatas

Selama periode Januari–Agustus 2025, jumlah barang yang dikirimkan melalui kereta mencapai 48 juta ton, mengalami penurunan kecil sebesar 0,39% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Penurunan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek sebesar 10,96%, sedangkan di wilayah Sumatra terjadi kenaikan sebesar 2,01%.

Sementara jumlah barang yang dikirimkan melalui kapal pada Agustus 2025 mencapai 43 juta ton, meningkat 0,97% dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan pengiriman barang terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 14,13%.

Di pelabuhan utama, terjadi penurunan jumlah barang yang dipindahkan. Contohnya, Pelabuhan Makassar mengalami penurunan sebesar 8,77% MtM, Tanjung Priok turun sebesar 4,20%, Tanjung Perak menurun sebesar 2,56%, dan Balikpapan mengalami penurunan sebesar 2,38%.

Secara keseluruhan hingga Agustus 2025, total barang yang diangkut dengan kapal mencapai 327,6 juta ton atau meningkat sebesar 19,12% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tercatat di Pelabuhan Makassar sebesar 6,75% dan Tanjung Priok sebesar 1,39%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 21,55%, Tanjung Perak sebesar 3,73%, serta Panjang sebesar 3,25%.

Baca Juga  Saham Mid Cap Siap Melonjak Hingga Akhir 2025, Ini Rekomendasi Terbaiknya

Tren di udara justru berlawanan, jumlah barang yang dikirimkan melalui transportasi udara domestik pada Agustus 2025 mencapai 54.300 ton atau mengalami penurunan sebesar 2,86% dibandingkan dengan Juli 2025. Penurunan volume barang yang diangkut terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 16,67%, Juanda-Surabaya sebesar 15,22%, dan Halim Perdanakusuma-Jakarta sebesar 13,95%.

Sebaliknya, peningkatan jumlah barang yang dikirim terjadi di Bandara Sentani-Jayapura sebesar 8,22% dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 2,11%.