Trending

PMKRI Demo di Kantor Bupati TTU, Minta Realisasi Beasiswa KIP untuk 955 Mahasiswa Baru

PR NTT– Beasiswa KIP menjadi harapan besar bagi ratusan pemuda di Timor Tengah Utara. Mereka berharap dapat melanjutkan studi perguruan tinggi tanpa menghadapi beban biaya, terlebih Pemda menawarkan paket lengkap: kuliah gratis, tempat tinggal, hingga makanan dan minuman.

Namun, 955 calon mahasiswa kini hanya bisa menantikan kepastian yang belum juga datang. Bagi keluarga miskin di TTU, berita ini sempat terdengar seperti jawaban dari doa mereka. Anak-anak mereka bisa melanjutkan studi tanpa perlu khawatir tentang biaya hidup di kota besar.

Namun, tungguan yang lama membuat rasa terima kasih berubah menjadi kecemasan. Janji yang belum dipenuhi mulai membuat banyak orang kehilangan kesabaran. Kecemasan itu akhirnya meledak di jalan-jalan.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Cabang Kefamenanu melakukan demonstrasi damai pada hari Rabu, 1 Oktober 2025 di depan Kantor Bupati TTU. Mereka menuntut kejelasan bagi 955 calon mahasiswa tersebut.

Berdasarkan pernyataan Germas PMKRI Kefamenanu, Markolindo Balibo, mereka hanya berkeinginan menjadi perantara suara. Impian anak-anak TTU bisa terkikis akibat proses yang terlalu lama.

Baca Juga  Sidang Korupsi Kredit Fiktif Bank Jatim: Khofifah Terlibat dalam Sirkel Bun Sentoso

Mahasiswa percaya bahwa jika kepastian terus diundur, semangat belajar kalangan muda bisa menghilang sebelum sempat berkobar.

KIP Calon Mahasiswa TTU

Suara dari Jalanan

Di jalan raya Kefamenanu pada siang hari, bendera berwarna-warni berkibar. Yel-yel perjuangan diucapkan dengan keras. Namun yang lebih berat dari itu adalah harapan yang mereka bawa dari desa-desa. Harapan orang tua yang menginginkan anaknya lulus kelas melalui pendidikan.

Beasiswa KIP bukan hanya sekadar bantuan finansial. Bagi para siswa dari daerah, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi. Tidak ada rencana cadangan. Jika gagal, mereka harus kembali ke sawah, atau mencari pekerjaan sambilan.

Mereka tidak menginginkan kemewahan. Hanya kepastian. Apakah janji Pemda mengenai kuliah gratis, asrama, dan makan-minum bisa mereka raih, atau hanya sekadar omong kosong belaka.

Janji Pemerintah Daerah dan Kepentingan Politik

Kepala Daerah TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, akhirnya memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa Pemda berkomitmen penuh dalam menjalankan program tersebut. Bahkan menyebut bahwa beasiswa KIP di TTU lebih baik dibanding daerah lain, karena mengcover biaya hidup di asrama.

Baca Juga  DPR Tetapkan RUU Kepariwisataan Jadi UU

Perjuangannya memang cukup panjang. Dari 9000 kuota KIP yang merupakan dana aspirasi DPR dan DPD untuk seluruh NTT, Bupati berhasil mengusahakan 2000 kursi untuk TTU. Angka yang sangat luar biasa. Namun, Pemda hanya mampu menyerap 955 calon mahasiswa yang memenuhi kriteria.

“Sebenarnya KIP yang kita miliki merupakan aspirasi dari DPR dan DPD RI, karena di NTT terdapat 9000 kuota KIP. Oleh karena itu sebagai Bupati TTU saya melakukan lobi agar mendapatkan jatah sebanyak 2000 orang,” kata Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, dikutip dariRRI NTT.

“Tetapi Pemda TTU tidak mampu memenuhi kuota tersebut dan hanya mampu mengisi sebanyak 955 orang, serta hingga saat ini masih dalam proses”, lanjutnya.

Angka tersebut memang besar bagi sebuah kabupaten kecil. Namun, masalahnya adalah verifikasi dan pengesahan tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat berbagai tahapan birokrasi yang harus dilewati. Dan itulah sumber kekhawatiran mahasiswa ini.

Terjebak di Jalur Aspirasi

Bupati kemudian menjelaskan alasan mengapa proses berjalan lambat. Ternyata, beasiswa untuk 955 anak TTU ini termasuk dalam kategori program aspirasi. Dalam sistem nasional, program reguler harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah program aspirasi yang diproses.

Baca Juga  Pilkada Pernah Larang Dinasti, Tapi Dihentikan MK

Maknanya, mereka harus siap menunggu dalam antrian. Namun terdapat kabar baik: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, memberikan perhatian khusus terhadap program ini. Ia bahkan melakukan kunjungan ke Kupang untuk mengawasi langsung.

Bupati meminta seluruh pihak untuk bersabar. Ia menekankan, 955 calon mahasiswa yang telah terdaftar di STIKES Nusantara Kupang tetap akan menerima layanan lengkap. Orang tua tidak perlu lagi khawatir tentang biaya hidup anak-anak mereka di luar kota.