Trending

4 Fakta Menarik Etnis Han, Penemu Kertas dan Tes CPNS

Kekaisaran Qin berhasil menyatukan Tiongkok secara politik pada abad ke-3 SM setelah mengalahkan empat kerajaan, yaitu Chu, Qi, Yan, dan Zhao yang saat itu saling bertempur.

Setelah era Dinasti Han dimulai pada abad ke-1 SM, Tiongkok menciptakan sebuah identitas baru yang disebut suku Han. Nama Han berasal dari Dinasti Han itu sendiri. Hal ini karena selama masa pemerintahan Dinasti Han, Tiongkok mengalami masa kejayaan.

Saat ini, orang Han adalah penutur asli dari berbagai bahasa Tionghoa seperti Hakka, Hokkien, Wu, Kanton, Mandarin, dan lainnya. Simak fakta menarik mengenai etnis Han yang akan membuatmu terkejut.

1. Orang Tionghoa mengembangkan 3 teknologi yang mengubah dunia: kertas, percetakan, dan bubuk mesiu.

Kertas pertama kali ditemukan oleh pejabat istana Han yang bernama Tsa’i Lun pada tahun 105 SM. Ia memanfaatkan kain bekas (sisa tekstil) sebagai bahan dasar pembuatan kertas.

Tsa’i Lun juga menggunakan serat dari pohon, kulit pohon, kain linen dan jenis kain lainnya. Bahan baku tulisan tersebut bersih dan mudah diproduksi dalam jumlah besar, jelasjackcardiff.

Masa Dinasti Tang dan Song pada abad ke-7 hingga ke-10 merupakan periode perkembangan teknologi percetakan. Teknik cetak blok kayu diduga pertama kali ditemukan oleh orang-orang Han sekitar tahun 600 M.

Teks yang akan dicetak pertama-tama ditulis di atas kertas, kemudian dilekatkan ke blok kayu dengan menggunakan pisau. Huruf-huruf pada kertas diukir di atas permukaan kayu. Setelah itu, blok kayu diolesi tinta dan ditutup dengan sehelai kertas. Dengan menggosok kertas di atas huruf-huruf yang telah diukir, teks dapat tercetak.

Baca Juga  5 Fakta Penting Sebelum Pasar Dibuka

Tokoh-tokoh Taoisme Han yang berprofesi sebagai alkimis menyusun “blue print” campuran bubuk mesiu yang tercantum dalam teks-teks Taois kuno pada abad ke-9. Teks tersebut menjelaskan bagaimana penggabungan belerang, kalium nitrat, dan madu mampu menghasilkan asap dan api.

Pada abad ke-10, Tiongkok menciptakan senjata api berupa tombak yang dirancang sebagai tabung berongga yang diisi dengan bubuk mesiu dan proyektil kecil yang dapat diledakkan. Konsep penggunaan bubuk mesiu ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang sebagai alat perang jarak jauh pada masa depan.

2. Ujian Pegawai Negeri Sipil pertama di dunia diperkenalkan oleh orang-orang Han

Dilansir ThoughtCoUntuk merekrut pejabat pemerintahan, pemerintah Dinasti Han Tiongkok mengadakan ujian pegawai negeri sipil pertama di dunia pada abad ke-1 SM. Sistem ini dikenal sebagai meritokrasi, yang memilih pejabat melalui ujian tertulis, bukan dengan menerapkan nepotisme secara langsung.

Soal-soal dalam ujian umumnya mencakup berbagai topik mengenai ajaran Konfusius. Pendapat-pendapat dalam karya-karya Konfusianisme perlu dipelajari karena nantinya akan digunakan sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam pemerintahan.

Lama ujian berbeda-beda, mulai dari 24 hingga 72 jam. Peserta akan ditempatkan di kamar-kamar kecil dengan meja berukuran kecil dan ember sebagai tempat buang air. Peserta diperkenankan untuk makan, minum, dan menggunakan toilet.

Proses perekrutan pegawai negeri di Tiongkok dimulai dengan ujian tingkat lokal, kemudian regional, dan terakhir nasional. Umumnya hanya sekitar 10 persen peserta yang diterima dalam pemerintahan dari seluruh Tiongkok.

3. Aksara Han, sistem tulisan yang menjadi dasar bagi aksara Jepang, Korea, dan Vietnam

Aksara hanzi secara resmi digunakan oleh Kerajaan Kuning pada tahun 2700 SM. Cangjie menciptakan berbagai tulisan hanzi yang berbentuk gambar, seperti pohon, telapak kaki, dan sebagainya.

Baca Juga  Ilmuwan Perempuan Indonesia Ciptakan Teknologi Atasi Pencemaran Air, Dikenal Dunia

Ini menjadi teks standar bagi seluruh penduduk Tiongkok pada masa Kuning. Konsep karakter Han ini menjadi ciri khas hingga saat ini sejak 4000 tahun lalu.

Orang Jepang memakai karakter kanji sebagaiman’yogana. Man’yoganayaitu metode orang Jepang menggunakan karakter Tiongkok untuk menulis bunyi kata dalam bahasa Jepang. Selanjutnya, karakter Tiongkok tersebut dikenal sebagai kanji. Seiring perkembangan, kanji diubah menjadi hiragana dan katakana pada abad ke-9 atau ke-10.

Pada abad ke-4, Korea menggunakan hanzi sebagai hanja. Raja Sejong mengembangkan hangul (varian dari hanzi) agar mempermudah warga Korea dalam menulis dan membaca. Mulai dari abad ke-10 setelah Vietnam merdeka dari Tiongkok, Vietnam menerapkan kanji sebagai chu nom, aksara Viet.

4. Pakaian tradisional Han yang asli, yaitu Hanfu

Qipao saat ini dianggap sebagai pakaian adat Tiongkok. Masyarakat Tiongkok modern sudah terbiasa dengan qipao karena pada masa Dinasti Qing, orang-orang Han dilarang memakai hanfu dan beralih ke qipao. Sebenarnya, pakaian tradisional dari etnis Han adalah hanfu.

Hanfu merupakan pakaian berupa rok yang memiliki kerah berbentuk huruf Y dengan bagian kerah kiri dan kanan saling tumpang tindih. Pakaian ini diikat menggunakan ikatan dari kain berupa pita pengikat, bukan menggunakan kancing. Berbeda dengan qipao, hanfu memiliki lengan yang lebar dan nyaman dipakai.

Suku Tionghoa (sebelum dikenal sebagai Han) telah memakai pakaian Hanfu sejak zaman Neolitik. Pada masa kini, Hanfu tidak hanya berfungsi sebagai pakaian sehari-hari, tetapi juga digunakan sebagai pakaian pernikahan.

Baca Juga  Siapa Saja yang Menemukan Mikroskop? Ini Fakta Menarik!

Orang Han merasa dirinya Zhonggou(kerajaan tengah) sebagai pusat dunia yang bercahaya. Ini bukan sekadar omongan kosong. Terbukti dari munculnya penemuan teknologi paling bermanfaat sepanjang masa.

Jika ada kerajaan di Asia yang ingin memperoleh pengakuan sah, mereka akan mengirimkan upeti ke Tiongkok. Hal ini dilakukan agar mendapatkan perlindungan militer dari Tiongkok kelak jika diserang oleh kerajaan lain.

Puncak kejayaan Dinasti Han di Tiongkok berakhir ketika Tiongkok jatuh ke tangan suku Manchu yang mendirikan Dinasti Qing. Meskipun demikian, sebagian besar penduduk Tiongkok saat ini masih merupakan etnis Han. Demikian pula keturunan mereka yang tinggal di luar Tiongkok juga dianggap sebagai Han.

Seru bukan mempelajari etnis Han secara lebih mendalam melalui artikel ini. Di Indonesia, juga terdapat keluarga keturunan Han meskipun jumlahnya sedikit.

4 Fakta Desa Hahoe, Jejak Budaya Korea yang Terus Berlangsung Sejak Masa Dinasti Joseon 5 Kebiasaan Budaya Korea Selatan yang Baik Diperkenalkan kepada Anak-anak 5 Tradisi Budaya Korea Selatan yang Layak Diajarkan kepada Anak 5 Nilai Budaya Korea Selatan yang Penting untuk Dipelajari Anak 5 Kebudayaan Korea Selatan yang Bermanfaat untuk Diajarkan pada Anak 5 Aspek Budaya Korea Selatan yang Cocok Diajarkan kepada Anak