Trending

Mengapa Manusia Lupa Masa Kecil?

Kamu ingat, nggak, kenangan pertama yang dirasakan ketika merasa sudah ada di dunia? Jika ya, rasanya pasti seperti tiba-tiba sadar pada suatu momen tertentu tanpa bisa mengingat apa pun yang terjadi sebelum momen itu. Contohnya, kita mungkin bisa mengingat satu kenangan awal yang spesifik, yaitu saat diberi sepeda, tapi tidak sama sekali mengingat apa yang terjadi sebelum sepeda itu dibeli.

Tentu, berikut beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Biasanya, memori pertama muncul ketika seseorang berusia antara 3 hingga 5 tahun. Fenomena ini terjadi pada sebagian besar manusia di seluruh dunia. Jadi, munculah pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama, yaitu mengapa hal ini bisa terjadi? 2. Pada usia 3 sampai 5 tahun, biasanya seseorang mulai mengingat kejadian pertamanya. Kebiasaan ini dialami oleh hampir semua orang di bumi. Oleh karena itu, ada satu pertanyaan penting yang harus kita cari jawabannya bersama, yaitu mengapa hal ini bisa terjadi? 3. Memori awal umumnya muncul saat seseorang berusia 3 hingga 5 tahun. Fenomena ini terjadi pada sebagian besar penduduk bumi. Dengan demikian, munculah pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama, yaitu mengapa hal ini bisa terjadi? 4. Secara umum, memori pertama muncul ketika seseorang berusia antara 3 sampai 5 tahun. Hampir seluruh manusia di bumi mengalaminya. Maka dari itu, ada satu pertanyaan penting yang harus kita jawab bersama, yaitu mengapa hal ini bisa terjadi? 5. Pada usia 3 hingga 5 tahun, seseorang biasanya mulai memiliki memori pertama. Fenomena ini dialami oleh sebagian besar manusia di bumi. Oleh karenanya, munculah pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama, yaitu mengapa hal ini bisa terjadi?

Ternyata peristiwa ini dikenal sebagai amnesia masa kanak-kanak

Childhood amnesia, infantile amnesia, atau amnesia anak adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang telah dijelaskan sebelumnya. MenurutWebMD, hal tersebut merupakan bagian dari kehilangan ingatan yang muncul sebagai efek samping ketika otak manusia masih dalam proses berkembang. Nah, perkembangan otak terjadi sejak kita lahir hingga nanti memasuki masa remaja.

Meskipun demikian, amnesia anak yang khusus terhadap memori tahap awal kehidupan memang terjadi sebelum anak berusia sekitar 4 tahun. Bahkan, dalam beberapa kasus langka, memori pertama baru bisa diperoleh ketika anak berusia 7—10 tahun. Hal yang menarik dan misterius adalah mengenai penyebab pasti dari amnesia anak. Karena, hingga saat ini topik tersebut masih menjadi objek penelitian dan perdebatan di kalangan para ilmuwan bidang ilmu saraf.

Baca Juga  5 Fakta Menarik Ikan Green Terror yang Agresif dan Melindungi Anaknya

Namun, satu hal yang sepakat dianggap adalah amnesia anak ini merupakan proses alami yang hampir pasti terjadi pada manusia. Selain itu, dikutipMedical News Today, terdapat beberapa hal yang memengaruhi kapan seseorang mulai memiliki ingatan pertama. Faktor-faktor ini berasal dari bagian otak itu sendiri hingga pengaruh luaran, seperti adanya rangsangan tertentu hingga menghambat kemampuan ingatan pada anak. Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan munculnya ingatan pertama pada anak.

1. Hipokampus masih berkembang

Seperti yang telah dijelaskan sejak awal, seluruh bagian otak manusia masih dalam proses perkembangan mulai dari lahir hingga masa remaja. Proses ini berlangsung secara perlahan dan memengaruhi tahap-tahap pembelajaran anak. Dalam kasus amnesia pada anak, bagian otak yang paling bertanggung jawab atas penyimpanan memori serta pengendalian emosional adalah hipokampus yang terletak di masing-masing sisi otak.

Hipokampus juga tergolong sangat istimewa. Karena,Verywell Mind menurut laporan, bagian otak ini terus menghasilkan neuron baru hingga manusia mencapai usia dewasa. Hipotesis yang diajukan oleh para ilmuwan mengacu pada kemampuan hipokampus yang ternyata berpengaruh terhadap memori anak sebelum berusia 4 tahun atau lebih.

Pada usia 0—3 tahun, hipokampus di otak anak terus berkembang dengan membentuk neuron-neuron secara cepat. Tujuannya adalah agar hipokampus dapat terhubung secara optimal dengan “sirkuit” otak lainnya. Proses ini diduga menjadi penghalang atau mengganggu jaringan memori awal yang dimiliki oleh anak-anak.

2. Otak manusia pada awalnya hanya mampu menyimpan memori jangka pendek

Otak anak berusia 0—3 tahun sebenarnya masih mampu menyimpan ingatan. Namun, kemampuannya terbatas karena hanya bisa mengingat memori jangka pendek. University of Queensland menyatakan bahwa jenis memori yang dimiliki anak sejak usia dini terdiri dari ingatan implisit dan ingatan eksplisit.

Baca Juga  Casa Modena, Kafe Rumah yang Nyaman di Modena x Titik Temu

Ingatan implisit meliputi memori prosedural atau kemampuan yang disimpan untuk menjalankan tugas tertentu dengan bagian tubuh. Di sisi lain, ingatan eksplisit lebih berkaitan dengan kesadaran atau ingatan terhadap kejadian yang dialami anak. Oleh karena itu, otak anak tetap memiliki bentuk penyimpanan memori masa kecil. Kendala utamanya adalah durasi penyimpanan memori tersebut biasanya terbatas, meskipun secara perlahan akan semakin meningkat.

Berdasarkan sumber yang sama, diketahui bahwa bayi berusia 6 bulan hanya mampu mengingat memori selama 24 jam. Ketika mencapai usia 9 bulan, kemampuan bayi untuk mengingat memori bisa bertahan selama sebulan. Setelah itu, pada usia 20 bulan, anak-anak sudah mampu mengingat memori atau kebiasaan yang dilakukan dalam jangka waktu setahun sebelumnya. Dengan demikian, secara perlahan kemampuan menyimpan memori anak yang sebelumnya belum optimal akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

3. Hubungan dengan lingkungan sekitar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, otak anak masih dalam proses pertumbuhan, baik dari segi internal maupun eksternal. Artinya, interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya berpengaruh terhadap kapan memori pertama muncul. Masalahnya, interaksi negatif yang diterima anak pada tahap perkembangan otak ini diduga dapat menghambat proses pembentukan memori pertama.

Dilansir Medical News Todaypenelitian yang melibatkan 297 orang dewasa menunjukkan bahwa individu yang mengalami trauma tertentu selama masa pertumbuhan cenderung mengalami amnesia anak yang lebih lama dari biasanya. Trauma tersebut bisa berupa kekerasan, rasa dikhianati, hingga perasaan rendah diri. Fenomena ini dikenal sebagairepressed memory theory (RMT) yang sejatinya merupakan konsep psikologis di mana luka emosional seseorang menghambat kemampuan mengingat peristiwa spesifik.

Selain itu, perasaan emosional yang dirasakan anak selama masa pertumbuhan sering kali terkait dengan masalah ini. Artinya, orang-orang yang tidak mengalami kejadian yang penuh makna emosional saat kecil cenderung melupakan peristiwa yang terjadi hingga mereka mengalami pengalaman serupa. Pengalaman emosional ini bisa berupa rasa bahagia, sedih, atau haru yang muncul ketika kita mengalami sesuatu saat masih kecil.

Kehilangan ingatan pada anak akhirnya merupakan proses alami yang terjadi pada manusia yang masih penuh misteri. Masih banyak penelitian lain yang dilakukan untuk memvalidasi berbagai hipotesis yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, misteri ini setidaknya memberi kita gambaran bahwa otak manusia bukanlah organ yang sederhana. Segala aktivitas yang terjadi di dalamnya mulai dari kita lahir hingga meninggal dunia, maupun sejak sadar hingga tertidur, sudah “diprogram” secara khusus agar kita dapat hidup dengan optimal. Kehilangan ingatan pada anak akhirnya adalah proses alami yang terjadi pada manusia dan masih penuh teka-teki. Masih ada banyak penelitian lain yang sedang dilakukan untuk menguji beberapa hipotesis yang telah disebutkan. Meskipun begitu, teka-teki ini setidaknya menunjukkan bahwa otak manusia bukanlah organ yang sederhana. Semua kegiatan yang terjadi di dalamnya, mulai dari kelahiran hingga kematian, atau sejak sadar hingga tidur, telah “diprogram” dengan cara tertentu agar kita bisa hidup secara maksimal. Kehilangan ingatan pada anak pada akhirnya merupakan hal alami yang terjadi pada manusia yang masih penuh misteri. Masih banyak penelitian lain yang dilakukan untuk membuktikan beberapa hipotesis yang telah disebutkan. Namun, misteri tersebut setidaknya memberi kita wawasan bahwa otak manusia bukanlah organ yang sederhana. Segala aktivitas yang terjadi di dalamnya, mulai dari lahir hingga mati, atau sejak sadar hingga tertidur, telah “diprogram” dengan baik agar kita bisa hidup secara optimal.

Baca Juga  5 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Latihan Gym

Referensi

“What Is Infantile Amnesia?”. WebMD. Diakses September 2025.

Tidak bisa mengingat masa kecil: Penjelasan yang mungkinMedical News Today. Diakses September 2025.

Mengapa Saya Tidak Bisa Mengingat Masa Kecil Saya? Seorang Terapis MenjelaskanVerywell Mind. Diakses September 2025.

Mengapa kamu tidak ingat menjadi bayiUniversity of Queensland. Diakses September 2025.