Samsung tampaknya membatalkan rencana untuk menghentikan modelPlusdalam rangkaian ponsel terbaiknya. Menurut laporan terbaru dariThe Elecyang dikutip oleh Gizmochina, perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut sedang mempersiapkan alat dengan nama kode “M Plus,” yang diperkirakan kuat merupakan Galaxy S26+.
Keputusan ini menunjukkan perubahan arah strategi yang cukup besar. Sebelumnya, Samsung rencananya akan menghapus modelPlus dan menggantikannya dengan varian Edgesebuah ponsel dengan bentuk tipis yang diharapkan mampu menghubungkan perbedaan harga antara model biasa dan Ultra. Namun, rencana tersebut ternyata tidak berjalan lancar.
Galaxy S25 Edge, yang dirilis di pertengahan tahun ini, tidak berhasil menarik minat pengguna. Dalam empat bulan setelah peluncurannya, perangkat tersebut hanya diproduksi sekitar 300.000 unit, jauh lebih sedikit dibandingkan pengiriman Galaxy S25+ yang mampu mencapai setengah juta unit. Angka ini, menurut para analis pasar, menggambarkan bahwa preferensi konsumen masih cenderung pada formatPlus yang lebih familiar.
Dengan penjualan yang menurun, Samsung menghadapi ancaman besar jika benar-benar meninggalkan model tersebut.Plus. Ponsel ini selama bertahun-tahun menjadi bagian utama dalam portofolio andalan perusahaan, berada di tengah antara model dasar yang lebih murah dan Ultra yang memiliki harga premium. Menghilangkan pilihan tersebut dapat mengancam stabilitas penjualan di segmen utama.
Untuk Samsung, risiko di pasar ponsel pintar global semakin besar. Perusahaan menghadapi persaingan ketat dari Apple yang terus mempertahankan lini iPhone dengan tiga versi utama, serta merek-merek Tiongkok seperti Xiaomi dan Oppo yang semakin aktif menawarkan spesifikasi canggih dengan harga yang kompetitif. Dalam situasi ini, kehilangan keseimbangan dalam portofolio produk dapat berdampak signifikan.
Mengembalikan model PlusDi Galaxy S26 series dianggap sebagai langkah “aman,” sekaligus mencerminkan sikap Samsung yang lebih waspada. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan sering melakukan percobaan desain, mulai dari layar melengkung hingga ponsel lipat. Namun, tidak semua percobaan tersebut menghasilkan keberhasilan secara komersial. Kasus Galaxy S25 Edge kini memperpanjang daftar ujian strategi Samsung.
Meskipun demikian, masih muncul pertanyaan besar apakah Samsung tetap akan melanjutkan model tersebutEdgeSampai saat ini, perusahaan belum mengeluarkan pengumuman resmi. Jika varian tersebut dihentikan, kemungkinan besar Samsung akan kembali menggunakan formula lama dengan tiga model utama: Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra.
Bagi konsumen, keberlangsungan model Plusartinya mereka masih memiliki pilihan perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik dibandingkan model standar, tanpa perlu membayar harga yang sangat tinggi untuk varian Ultra. Hal ini juga penting bagi pasar negara berkembang, termasuk Asia Tenggara, di mana konsumen mencari keseimbangan antara kinerja dan harga.
Analisis menunjukkan bahwa keputusan Samsung kali ini mencerminkan kesadaran perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada inovasi semata demi reputasi, tetapi juga menjaga kelangsungan usaha. “Eksperimen memang penting, namun perusahaan sebesar Samsung juga perlu tahu kapan harus mengambil langkah mundur agar tidak kehilangan dasar,” kata seorang analis industri di Seoul.
Masa depan, arah strategi Samsung dalam menghadapi siklus Galaxy S26 akan menjadi perhatian. Apakah mereka benar-benar belajar dari kegagalan yang lalu?EdgeAtau apakah perusahaan masih akan mencari metode lain untuk membedakan dirinya di pasar yang semakin padat? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin akan terlihat ketika Samsung secara resmi meluncurkan seri andalannya pada 2026 mendatang.











