Sebanyak 223 aktivis global yang tergabung dalamGlobal Sumud Flotilladitahan oleh pasukan Israel setelah konvoi bantuan kemanusiaan mereka diserang di Laut Mediterania, demikian dikatakan oleh penyelenggara pada Kamis. Kejadian ini memperkuat perhatian terhadap ketegangan di jalur laut menuju Gaza, yang selama hampir dua puluh tahun berada dalam pembatasan ketat dari Israel.
Berdasarkan pernyataan resmi Global Sumud Flotilla melalui akun X, serangan terjadi sejak malam Rabu (1/10), ketika15 kapal diserangPasukan Israel. Delapan kapal lainnya diperkirakan juga sedang menghadapi serangan.
Kapal-kapal tersebut menyatakan bahwa mereka telah mendistribusikannama dan kewarganegaraan 223 penggiatyang berada di kapal melalui akun Instagram. Namun sampai saat ini, nasib mereka masih belum jelas, meskipun laporan sementara menyebut sebagian besar ditahan dan dibawa ke pelabuhan militer Israel.
Sumber resmi flotilla menunjukkan bahwa dari44 kapal yang berlayar, setidaknya 20 kapal telah diserang, sementara 24 kapal lainnya masih terus melanjutkan perjalanannyamenuju pantai Gaza. Gerakan tersebut diawasi dengan ketat oleh pendukung misi di berbagai negara.
Seorang aktivis Turki yang turut berpartisipasi,Erdem Ozveren, menyampaikan dalam pesan terakhirnya bahwa kapal mereka berada di bawah30 mil laut dari Jalur Gazasebelum disergap dan dihadang pasukan Israel. “Kami membawa obat-obatan, makanan, dan harapan, bukan senjata,” tulisnya.
Kapal-kapal yang tergabung dalam Sumud Flotilla Global, sebagian besar membawa bantuan kemanusiaan dan makanan, memulai perjalanannya pada akhir Agustus. Armada ini merupakan inisiatif kemanusiaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan melibatkan lebih dari50 kapal dan lebih dari 500 pendukung sipil dari setidaknya 45 negara.
Misi kemanusiaan serupa pernah dilakukan sebelumnya, tetapi sering kali berakhir dengan campur tangan Israel. Serangan yang paling dikenal terjadi pada tahun 2010, ketika pasukan komando Israel menyerbu kapal.Mavi Marmaradan menyebabkan kematian sembilan aktivis. Kejadian tersebut memicu kritik internasional dan memperburuk hubungan diplomatik antara Turki dan Israel.
Israel berargumen bahwa blokade laut terhadap Gaza merupakan tindakan penting guna menghentikan penyelundupan senjata ke kelompok Hamas. Namun, para kritikus, termasukPemilu Umum dan organisasi hak asasi manusia, menggolongkan tindakan tersebut sebagai hukuman kolektif yang bertentangan dengan hukum internasional.
Kebijakan yang telah berlangsung selama18 tahunsemakin diperketat sejak bulan Maret, ketika Israel menutup perlintasan perbatasan dan menghentikan sebagian besar pengiriman makanan serta obat-obatan. Tindakan tersebut telah memicukrisis kelaparan parahdi Gaza, yang ditempati hampir2,4 juta penduduk.
Sejak perang dimulai pada Oktober 2023, serangan udara dan darat Israel telah mengakibatkan kematian lebih dari66.000 warga Palestinasebagian besar perempuan dan anak-anak. Banyak yang mengalami cedera permanen, sementara infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah rusak parah.
PBB sering kali mengingatkan bahwa Gaza kini “tidak lagi layak dihuni.”Kelaparan dan penyakitmenyebar dengan cepat, laporan mengungkapkan bahwa satu dari dua anak mengalami kekurangan gizi parah. Namun hingga saat ini, upaya untuk mendorong gencatan senjata yang tetap masih menghadapi kendala.
Sementara usulan perdamaian terus dipertimbangkan dalam forum diplomasi internasional, serangan terhadap Global Sumud Flotilla menambah daftar panjang perselisihan mengenai pembatasan Israel terhadap Gaza. Sejumlah analis mengatakan bahwa kejadian ini berpotensi memicu gelombang protes baru terhadap Israel, khususnya dari negara-negara yang warganya ikut dalam konvoi tersebut.
Bagi para aktivis, misi flotilla tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan bantuan, tetapi juga sebagai simbol perlawanan rakyat biasa terhadap blokade yang dianggap kejam dan tidak manusiawi. “Kami mungkin bisa ditangkap, tapi suara kami tidak akan diam,” tulis salah seorang peserta misi dalam pesan terakhir sebelum kapal mereka kehilangan sinyal komunikasi.***











