Trending

Terapi Ginjal dengan Teknologi Cuci Darah Terbaru

, Jakarta – Penyakit gagal ginjalkronik (PGK) kini menjadi salah satu isu kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia maupun dunia. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, tubuh tidak mampu menghilangkan zat sisa dan racun dari darah secara efisien. Untuk membantu pasien bertahan hidup, salah satu metode pengobatan utama yang digunakan adalahhemodialisis.

Hemodialisis yang umum disebut sebagaicuci darahadalah prosedur medis yang melibatkan pengaliran darah keluar dari tubuh, lalu dibersihkan menggunakan alat khusus (dialyzer atau ginjal buatan). Setelah itu, darah dikembalikan ke tubuh pasien. Proses ini membantu menghilangkan limbah, cairan berlebih, dan racun yang menumpuk akibat fungsi ginjal yang rusak. HD adalah salah satu terapi utama yang dapat menyelamatkan nyawa pasien dengan gagal ginjal tahap akhir (ESRD). Biasanya, proses hemodialisis dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 3-4 jam per sesi. “Meskipun bukan solusi permanen, hemodialisis memberikan harapan hidup bagi jutaan pasien di seluruh dunia,” ujar konsultan ginjal-hipertensi di RS Bethsaida Gading Serpong Muthalib Abdullah dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 28 September 2025.

Terapi hemodialisis berfungsi untuk menghilangkan racun, menjaga keseimbangan elektrolit, serta menghindari komplikasi seperti kelebihan cairan dan tekanan darah tinggi. Akibatnya, pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar. Namun, terapi hemodialisis biasa memiliki batasan dalam menghilangkan racun berukuran sedang.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam hemodialisis semakin pesat. Salah satu inovasi yang signifikan adalah penggunaan dialiser generasi terbaru seperti HD Theranova dan HDX (hemodialisis ekspansi). HD Theranova merupakan alat dialisis yang dirancang khusus untuk mampu menghilangkan molekul racun berukuran sedang yang sebelumnya sulit dihilangkan oleh dialiser tradisional. Berkat teknologi membran yang lebih canggih, HD Theranova mampu meningkatkan pembuangan racun dan limbah dalam darah, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.

Baca Juga  Bisakah Manusia Hidup dengan Satu Paru?

Sementara HDX merupakan pengembangan dari HD biasa dengan pori-pori membran yang lebih besar dan sistem aliran darah yang ditingkatkan. HDX mampu menghilangkan racun secara lebih efisien hingga molekul berukuran menengah dan besar, mendekati kemampuan hemodiafiltrasi (HDF).

Selain HD, terdapat prosedur Hemodiafiltrasi (HDF) yang menggabungkan konsep hemodialisis dan filtrasi tekanan tinggi guna menghilangkan zat racun secara lebih efisien. HDF sangat berguna bagi pasien yang memerlukan pembersihan yang lebih maksimal, khususnya untuk racun berukuran sedang. Namun, HDF membutuhkan peralatan mesin serta sistem pengolahan air yang canggih serta protokol yang lebih rumit. Oleh karena itu, teknologi ini belum tersebar merata, terutama di negara-negara berkembang.

Di sisi lain, terdapat teknologi hemoperfusi, yaitu metode penyaringan darah yang memanfaatkan bahan penyerap untuk menghilangkan racun tertentu, seperti obat atau zat beracun. Hemoperfusi umumnya digunakan dalam kasus keracunan atau kondisi khusus.

Muthalib menyatakan bahwa terapi dengan teknologi HDF perlu dilakukan satu atau dua minggu sekali, dan manfaatnya baru akan terlihat setelah dilakukan selama beberapa bulan hingga tahun. Selain itu, penggunaan teknologi HDF juga memiliki persyaratan tertentu. “Prosedur harus dilakukan dengan efisiensi tinggi, kecepatan aliran darah (Quick of Blood) dari tubuh pasien ke dialiser harus tinggi, yaitu 300 mL/menit, sehingga akses untuk mengalirkan darah dari tubuh pasien harus baik,” ujar Muthalib.

Baca Juga  7 Tips Minum Air, Mudah dan Penting!

Muthalib menyarankan, bagi pasien yang tidak memenuhi kriteria untuk HDF, dapat menggunakan Hemoperfusi, Theranova, atau HDX. “Jika akses dari tubuh pasien tidak mampu menahan kecepatan aliran darah yang tinggi, maka akan digunakan tabung tambahan,” tambahnya.

Manfaat dan Tantangan

Perkembangan teknologi hemodialisis, seperti Theranova, HDX, dan HDF, menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengidap penyakit ginjal kronis. Dengan kemampuan untuk menghilangkan racun secara lebih efektif, pasien dapat merasa lebih bugar dan menjalani aktivitas dengan nyaman. “Namun, tantangan terbesar masih terletak pada akses layanan yang tidak merata serta biaya yang masih cukup mahal di berbagai daerah,” ujar Muthalib. Perkembangan alat hemodialisis, seperti Theranova, HDX, dan HDF, mencerminkan kemajuan dalam memperbaiki kondisi kehidupan pasien penderita penyakit ginjal kronik. Kemampuan untuk menghilangkan racun yang lebih baik membuat pasien merasa lebih sehat dan mampu beraktivitas dengan lebih nyaman. “Namun, masalah utama tetap pada distribusi layanan yang tidak merata dan biaya yang masih tinggi di banyak wilayah,” tambah Muthalib. Kemajuan dalam teknologi hemodialisis, seperti Theranova, HDX, dan HDF, memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronik. Dengan kemampuan menghilangkan racun yang lebih optimal, pasien bisa merasa lebih baik dan melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman. “Namun, tantangan terbesar masih adalah akses layanan yang tidak merata dan biaya yang relatif tinggi di berbagai daerah,” kata Muthalib.

Baca Juga  Studi: Golongan Darah Terkait Risiko Stroke Dini

Ketersediaan fasilitas dialisis yang memadai, kecukupan tenaga medis yang terlatih, serta pendidikan bagi pasien menjadi faktor penting dalam memperluas akses layanan kesehatan berkualitas. Selain itu, peran aktif pasien dalam menjaga gaya hidup sehat, mengikuti jadwal dialisis yang tepat, dan melakukan pemeriksaan medis secara rutin sangat berpengaruh pada keberhasilan pengobatan. “Edukasi dan kesadaran masyarakat juga sangat penting agar pencegahan dini serta deteksi awal penyakit ginjal kronik bisa dilakukan,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Bethsaida Gading Serpong Pitono menyatakan bahwa timnya menyediakan layanan hemodialisis menggunakan teknologi Theranova. “Teknologi ini merupakan yang pertama di wilayah Banten. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan fasilitas yang modern, tenaga medis yang berpengalaman, serta pendekatan yang berfokus pada pasien agar kualitas hidup mereka dapat meningkat,” ujarnya.

Related posts: