Trending

Proyek Meta Raksasa: Pusat Data AI Seluas 70 Lapangan Sepak Bola Memicu Kekhawatiran Warga

— Perusahaan teknologi Meta sedang membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) yang besar di Richland Parish, Louisiana, dengan luas sekitar 4 juta kaki persegi atau setara dengan 70 lapangan sepak bola.

Proyek senilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp166,5 triliun (dengan nilai tukar 1 dolar AS senilai Rp16.650) ini diharapkan mampu menciptakan 500 pekerjaan langsung serta ribuan posisi kerja dalam konstruksi. Namun, di balik proyek tersebut muncul kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruhnya terhadap pasokan air dan listrik.

Dilansir dari People,Kamis (2/10/2025), pengembangan fasilitas ini mendapat perhatian karena pengalaman serupa sebelumnya di Newton County, Georgia. Penduduk setempat mengakui menghadapi kendala pasokan air sejak Meta memulai pembangunan pusat data senilai 750 juta dolar AS (sekitar Rp12,4 triliun) pada 2018.

Beverly Morris, penduduk yang tinggal hanya 300 meter dari fasilitas di Georgia, menyatakan hidupnya mengalami perubahan besar sejak proyek Meta dimulai.

“Sepertinya kami sedang berjuang dalam pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan dan bahkan bukan pilihan kami,” katanya.

Baca Juga  TECNO Pova 6 Pro 5G: Gaming Murah dengan Koneksi Cepat

“Saya merasa takut mengonsumsi air dari sumur kami,” lanjutnya.

Menurut laporan The New York Times, sejak pembangunan pusat data dimulai pada 2018, keluarga Morris sering mengalami kerusakan pada peralatan rumah tangga yang memakai air akibat penumpukan endapan, sehingga mereka harus menggantinya hingga tiga kali.

Kini, mereka hanya bisa memanfaatkan satu kamar mandi yang digunakan bersama, termasuk oleh putra mereka yang memiliki kondisi tersebut.Down syndrome.

Keluhan serupa juga datang dari tetangga mereka, Chris Wilson, yang menyatakan tekanan air di rumahnya mengalami penurunan yang signifikan.

“Terkadang airnya sangat cokelat, seakan-akan berasal dari sungai,” katanya.

Berdasarkan data, pusat data tersebut membutuhkan sekitar 10 persen dari pasokan air harian di Newton County, yaitu rata-rata 500.000 galon per hari untuk mendinginkan server.

Meski demikian, Meta menyatakan bahwa hubungan antara gangguan pasokan air dengan operasi pusat data di Georgia “tidak mungkin terjadi.”

Perusahaan juga menyebutkan fasilitasnya memberikan “dampak positif” terhadap perekonomian setempat, termasuk kesempatan kerja dan investasi dalam pembangunan infrastruktur.

Baca Juga  3 Rekomendasi HP Spek Gahar Harga Terjangkau di Oktober 2025

Namun, di Louisiana, diskusi masyarakat kembali memanas. Komisi Pelayanan Publik setempat menyetujui pembangunan tiga turbin gas alam untuk menyediakan lebih dari 2 gigawatt listrik bagi pusat data tersebut.

Proses persetujuan yang dipercepat mendapat kritik karena dianggap kurang transparan. Komisaris Davante Lewis, yang satu-satunya menolak, menyatakan, “Ada data yang seharusnya kita ketahui dan butuhkan, namun tidak tersedia.”

Di sisi lain, Meta mengungkapkan telah bekerja sama dengan Entergy Louisiana dalam menanggung biaya infrastruktur energi yang diperlukan, serta melakukan investasi lebih dari 200 juta dolar AS (kira-kira Rp3,3 triliun) untuk pembangunan jalan dan infrastruktur air setempat.

“Paroki Richland adalah rumah kami, dan kami berkomitmen untuk menjalankan peran positif dalam pengembangan komunitas ini secara jangka panjang,” kata perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg.

Meskipun demikian, ahli kebijakan air dari Universitas Stanford, Newsha Ajami, menekankan bahwa masalah pasokan air sering kali diabaikan dalam proyek teknologi berukuran besar.

“Air sering dianggap sebagai hal yang terlalu mudah, seakan-akan selalu ada orang lain yang akan menyelesaikannya kelak,” katanya.

Baca Juga  Pesan Awal iPhone 17 Mulai Oktober–November 2025

Meningkatnya permintaan energi dan air dari perusahaan digital besar memicu perdebatan mengenai biaya yang harus ditanggung masyarakat setempat, yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Proyek Meta di Louisiana menjadi bukti nyata konflik antara ambisi teknologi global dengan kekhawatiran masyarakat setempat yang sangat mendesak, yaitu ketersediaan air bersih dan pasokan listrik yang terjangkau. (*)