Trending

Tropic Warm: Teknologi EIGER Jaga Tubuh Tetap Hangat di Iklim Dingin Tropis

KABAR TASIKMALAYA– Ternyata pakaian musim dingin dari luar negeri tidak selalu cocok untuk iklim tropis yang lembap dan berubah-ubah cepat lho!. Itu sebabnya EIGER merancangTropic Warmsebagai solusi isolasi ringan, efisien, dan nyaman digunakan saat berpetualang di lingkungan tropis.

Indonesia memiliki iklim tropis yang beragam. Pada siang hari, cuaca bisa sangat panas, namun suhu dapat menurun tajam di malam hari, khususnya di daerah pegunungan atau saat terjadi hujan deras. Di wilayah seperti Gunung Rinjani atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, suhu bisa turun di bawah 10°C.

Cuaca dingin sering kali menjadi kendala saat melakukan kegiatan di luar ruangan, bahkan di daerah tropis seperti Indonesia. Hujan lebat, angin kencang, serta suhu yang rendah di dataran tinggi bisa menyebabkan tubuh kehilangan panas lebih cepat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan.

Apa yang Dimaksud dengan Teknologi Tropic Warm?

Tropic Warmmerupakan teknologi pemanas tubuh yang berbasis isolasi yang dikembangkan oleh EIGER. Fungsinya untuk mempertahankan suhu tubuh tetap stabil tanpa menyebabkan pengguna merasa panas.

Baca Juga  Lomba Pesawat Tempur Generasi Kelima Dimulai, Foto dan Video J-50 Tercemar

Kelebihannya terletak pada kemampuan menahan panas tubuh, tetap ringan, bernapas dengan baik, serta cepat mengering. Dengan demikian, pendaki atau penggemar alam dapat tetap bergerak aktif tanpa merasa sesak atau keringat berlebih.

Cara Kerja Tropic Warm

Teknologi Tropic Warm beroperasi berdasarkan prinsipthermal retentionatau mempertahankan suhu tubuh. Sistem ini menggabungkan beberapa komponen penting, yaitu:

  1. Material insulasi:dapat menyimpan panas secara efisien, memiliki bobot ringan, dan mudah dibentuk.
  2. Struktur mikro:serat berpori kecil menahan udara panas di dekat permukaan kulit.
  3. Kemampuan menyerap kelembapan:keringat dialirkan keluar agar tubuh tetap kering.
  4. Cepat kering:tetap nyaman meskipun menghadapi hujan kecil, kabut, atau udara yang lembab.

Keunggulan Tropic Warm

Pada cuaca yang sangat dingin, tubuh dapat mengalami penurunan energi dan berisiko mengalami hipotermia ringan. Tropic Warm membantu mengurangi bahaya ini melalui beberapa keunggulan, antara lain:

  • Efisien:cukup satu jaket atau lapisan tengah, tanpa perlu banyak lapisan.Ringan:tidak mengganggu gerakan saat mendaki atau berkemah.
  • Adaptif di iklim lembap:tidak membuat pakaian terasa berat meskipun terkena keringat atau embun.
  • Serbaguna:cocok digunakan pada pagi hari yang dingin, malam di pegunungan, atau ketika hujan turun deras.
Baca Juga  Realme 15 Pro 5G Jadi Smartphone Turnamen MLBB M7, Didukung AI Gaming dan Baterai 7000mAh

Produk EIGER yang menggunakan Teknologi Tropic Warm

EIGER telah mengintegrasikan teknologi Tropic Warm pada berbagai produknya, khususnya di kategoriMountaineering. Beberapa di antaranya:

  • Jaket midlayer:mempertahankan suhu tubuh ketika suhu menurun.
  • Jaket insulasi sintetis:berfungsi sebagai lapisan luar yang tahan terhadap dingin dan tetap menyerap udara.
  • Hoodie atau thermal fleece:nyaman digunakan saat berkemah atau kegiatan ringan di luar ruangan.

Berapa seri midlayer EIGER yang menggunakan teknologi ini, antara lain jaket Men’s DNA 2.0 Active Softshell, danLintang Eco Warmer. Untuk memudahkan kamu dalam pencarian, cukup ketikkan kata ““Klimat Hangat” di situs web EIGER.

Tetap Hangat dan Nyaman Saat Berpetualang

Petualangan di alam bebas memang penuh dengan rintangan. Namun, dengan peralatan yang sesuai, tubuh tetap bisa merasa hangat dan nyaman. TeknologiTropic Warm dari EIGERsebagai solusi yang efektif untuk para penggemar alam yang ingin tetap aktif dalam berbagai kondisi iklim tropis.

Sebelum memulai perjalanan, pastikan perlengkapan yang kamu bawa dapat menjamin keselamatan dan kenyamanan. Karena, saat berpetualang di alam liar, perlindungan tubuh bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan dan kemampuanmu.***

Baca Juga  WIFI, TLKM dan DSSA Bersaing di Lelang Frekuensi 1,4 GHz, ISAT dan EXCL Mundur