Trending

Gen Z Pilih Keseimbangan Kerja dan Hidup, Tidak Minat Jadi Manajer

Bunda tertarik mengadopsi career minimalism? Apa itu career minimalismyang menjadi tren dalam dunia kerja saat ini sering dilakukan oleh Generasi Z.

Perubahan besar dalam pola karier di kalangan generasi Z kini tidak lagi bisa dianggap remeh. Dulu, keberhasilan sering dikaitkan dengan posisi tinggi, penghasilan besar, dan peran manajerial, tetapi kini pandangan tersebut mulai berubah.

Generasi yang lahir setelah tahun 1995 cenderung memilih jalur yang berbeda. Mereka tidak lagi menginginkan karier konvensional, melainkan lebih menekankan pada kestabilan, fleksibilitas, serta keseimbangan dalam kehidupan.

Peristiwa ini dikenal sebagai istilahcareer minimalismGenerasi Z melihat pekerjaan bukan sebagai inti dari identitas mereka, tetapi sebagai salah satu aspek dalam kehidupan yang perlu seimbang dengan hal-hal lain seperti keluarga, hobi, dan kesehatan mental.

Dibanding fokus pada posisi, generasi Z lebih mengutamakan makna, kenyamanan, serta kesempatan untuk mengekspresikan diri di luar tugas utama. Pandangan ini muncul sebagai tanggapan terhadap perubahan era.

Mengutip India Express, kehadiran teknologi, laju digitalisasi yang pesat, serta pengalaman melihat generasi sebelumnya yang lelah bekerja tanpa menikmati hidup membuat Gen Z lebih memilih hal-hal yang bermakna.

Baca Juga  Dari Lokal ke Global, 1001 Sepatu Debut di London Fashion Week Bersama Tran Hung

Apa itu career minimalism?

Career minimalismadalah pendekatan profesional yang menolak fokus berlebihan pada posisi atau gelar resmi. Alih-alih naik secara bertahap dalam karier, Generasi Z cenderung melakukan perpindahan karier dengan berganti peran bahkan perusahaan, jika merasa nilai-nilai pribadi mereka lebih sesuai di tempat lain.

Survei yang dilakukan oleh Glassdoor menunjukkan bahwa sekitar 68 persen generasi Z tidak tertarik untuk menjadi seorang manajer jika promosi hanya memberikan gelar tanpa adanya peningkatan pendapatan atau manfaat nyata lainnya. Filosofi ini mirip dengan prinsip minimalisme dalam gaya hidup, yaitu fokus pada penyederhanaan, memilih hal-hal yang penting, dan menghilangkan sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah.

Dulu, posisi sosial menjadi penentu jalannya kehidupan, kini kondisi keuangan dan kualitas hidup menjadi acuan utama.

Gen Z pilih work-life balance bukan jabatan

Bagi generasi Z, bekerja hingga larut malam menjadi beban berat yang diberikan oleh atasan. Sistem kepemimpinan yang kaku juga tidak lagi menarik minat mereka. Mereka lebih menghargai waktu senggang, kebebasan untuk bereksplorasi, serta kesehatan mental.

Alasan ini membuat banyak dari mereka menolak posisi manajerial. Data dari Glassdoor menunjukkan, sebagian besar generasi Z tidak ingin menerima promosi jika hanya berupa gelar tambahan tanpa imbalan yang sesuai.

Baca Juga  Kisah Cinta Enzy Storia dan Suami Diplomat yang Kembali Bersemi Saat Pandemi

Gen Z punya banyak side job

Menariknya, banyak generasi Z justru memilih meningkatkan penghasilan melalui pekerjaan sampingan atauside jobBerdasarkan survei Harris Poll, sekitar 57 persen generasi Z memiliki pekerjaan sampingan selain pekerjaan utamanya.

Bentuknya beragam, mulai dari usaha kecil, karya kreatif, hingga pengembangan proyekfreelanceTujuan utamanya bukan hanya soal keuangan, tetapi sebagai wadah untuk mengekspresikan minat yang tidak bisa mereka peroleh dari pekerjaan kantoran.

Meskipun terlihat sempurna, tidak semua orang mampu menerapkannyacareer minimalismBeberapa kelompok menganggap tren ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang memiliki keistimewaan. Misalnya, memiliki tabungan, dukungan dari keluarga, atau akses terhadap pekerjaan yang lebih fleksibel.

Meskipun ada berbagai pandangan pro dan kontra, satu hal yang jelas adalah generasi Z sedang merevisi makna kesuksesan. Mereka tidak lagi menginginkan hidup yang sepenuhnya dihabiskan untuk pekerjaan, tetapi menjadikan pekerjaan sebagai salah satu aspek dari kehidupan yang seimbang.

Tren ini juga menunjukkan perubahan nilai sosial yang lebih luas, yakni beralih dari mengejar status ke mengusahakan makna. Fenomenacareer minimalismbukan sekadar tren sementara, tetapi tanda bahwa pemandangan dunia kerja sedang berubah. Di masa depan, perusahaan yang ingin menarik bakat muda harus menyesuaikan diri dengan harapan baru ini.

Baca Juga  7 Jenis Pembelian yang Masih Terasa Memboroskan Bagi Anak Orang Tua Hemat

Maka, bukan hanya sekadar posisi, tetapi juga ruang untuk kehidupan yang lebih lengkap.

Untuk para ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Squad. Daftar sekarang dengan klik.di SINI. Gratis!

Related posts: