Trending

Serangan Burung Jagal Punggung Hitam yang Mematikan!

Burung cawai atau magpie(keluarga Corvidae) adalah burung yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan burung gagak. Kelompok burung ini terdiri dari 3 genus dan 17 spesies yang berbeda. Seperti halnya burung gagak, burung cawai dikenal akan tingkat kecerdasannya karena mampu menyelesaikan berbagai tugas dan tantangan secara relatif mudah. Mereka juga diketahui mampu meniru berbagai jenis suara, termasuk suara manusia.

Di balik kecerdasannya, terdapat satu jenis burung liar yang juga menimbulkan ancaman bagi manusia. Ancaman yang ditimbulkan oleh spesies ini dapat berupa luka kecil hingga kematian dalam kondisi tertentu. Nama spesies burung liar tersebut adalah jagal punggung hitam (Gymnorhina tibicen).

Setiap tahun pada bulan tertentu, penduduk sekitar tempat tinggal burung tersebut sering melaporkan kejadian serangan yang tidak didahului oleh perbuatan apa pun. Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor burung yang jauh lebih kecil dari manusia berani menyerang dan menimbulkan rasa takut bagi kita? Mari kita cari tahu jawabannya bersama!

1. Bagaimana penampilan dari hewan jagal punggung hitam?

Sebelum menjawab pertanyaan utama, rasanya belum lengkap jika tidak membahas deskripsi dan tempat tinggal dari burung jagal punggung hitam. Dalam hal penampilan, burung ini mirip dengan spesies burung pemangsa lainnya maupun dengan gagak. Namun, corak bulu mereka tergolong khas karena menggabungkan warna hitam di seluruh tubuh dengan beberapa bagian berwarna putih, seperti di pangkal ekor, sekitar sayap, dan leher belakang.

Selain itu, burung pengicau berbulu hitam memiliki warna gelap pada sebagian besar tubuhnya dan sedikit bagian ujung yang berwarna hitam. Tidak ketinggalan, mata burung ini biasanya berwarna coklat keemasan. Dari jauh, perbedaan antara betina dan jantan tampak sama. Perbedaan yang jelas hanya terdapat pada bulu di leher belakang, di mana jantan memiliki bulu putih bersih, sedangkan betina agak sedikit berwarna abu-abu.

Baca Juga  5 Fakta Menarik Burung Grey Junglefowl, Simbol Keberuntungan India!

Mengenai ukuran, mereka termasuk dalam kategori burung berukuran sedang. DilansirAnimalia, rata-rata panjang tubuh burung pemangsa berbulu hitam ini sekitar 37—43 cm. Sementara itu, rentang sayap kedua mereka mencapai 65—85 cm. Mengenai berat badan, mereka mampu mencapai berat 220—350 gram.

2. Di manakah lokasi tinggal burung tersebut?

Dalam bahasa Inggris, burung pemangsa berbulu hitam dikenal sebagaiaustralian magpie. Dari namanya saja, pasti mudah untuk menebak asal burung ini. Namun, mereka bukan hanya spesies burung yang berasal dari Australia saja, lho.Data Zone by Birdlife berdasarkan laporan, penyebaran burung jagal punggung hitam mencakup Australia, Indonesia (wilayah Papua), Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Selandia Baru. Jika dihitung keseluruhannya, luas wilayah yang menjadi habitat burung ini diperkirakan sekitar 10,4 juta km persegi.

Karena penyebarannya yang luas, variasi habitat jagal punggung hitam juga menjadi beragam. Mereka bisa tinggal di daerah padang rumput, savana, berbagai jenis hutan, hingga area permukiman manusia. Nah, pilihan habitat terakhir ini sering kali menyebabkan konflik antara burung tersebut dengan kita. Karena jagal punggung hitam bisa membuat sarang di sekitar taman, kebun, bahkan pohon di tepi jalan. Pilihan inilah yang membawa kita pada topik utama, yaitu mengapa jagal punggung hitam menyerang manusia.

3. Mengapa anjing liar berwarna hitam menyerang manusia?

Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan burung jagal punggung hitam “harus” menyerang manusia, yaitu dekatnya tempat tinggal kita dengan sarang mereka serta mulai memasuki musim kawin bagi spesies ini.Australian Museum menurut laporan, serangan yang dilakukan burung ini selalu terjadi ketika mereka memasuki musim kawin atau sekitar bulan Agustus hingga November. Pada periode ini, baik burung jagal punggung hitam jantan maupun betina menjadi lebih territorial dan menjaga wilayahnya dengan ketat.

Jantan akan menjaga wilayah tertentu dan tidak membiarkan makhluk apa pun masuk ke dalamnya, termasuk manusia. Selain itu, jantan maupun betina yang sedang menetaskan telur atau merawat anak akan berusaha mengusir segala ancaman, meskipun makhluk yang dianggap sebagai ancaman tersebut sebenarnya tidak membahayakan. Nah, alasan-alasan ini membuat burung tersebut sangat berani menyerang kita.

Baca Juga  4 Fakta Menarik Etnis Han, Penemu Kertas dan Tes CPNS

Lebih lanjut lagi, dilansir BBC, di Australia sendiri serangan burung penguin hitam sudah menjadi “acara tahunan” sehingga sering kali muncul peringatan untuk waspada saat melakukan aktivitas di luar ruangan ketika musim kawin burung tersebut tiba. Tidak main-main, serangan yang dilakukan burung penguin hitam ini mirip dengan cara berburu burung pemangsa. Mereka terlebih dahulu terbang tinggi, kemudian menyerang tajam ke arah manusia yang ingin diserang menggunakan cakar dan paruhnya.

Jagal punggung hitam secara alami mengenali manusia sebagai ancaman ketika kita berada sekitar 50—100 meter dari sarang mereka. Menariknya, dibandingkan dengan orang yang berjalan kaki, burung ini secara khusus menyerang pengendara sepeda atau motor. Diperkirakan bahwa perilaku ini disebabkan oleh dua objek tersebut bergerak terlalu cepat dan dianggap sebagai ancaman serius oleh jagal punggung hitam.

4. Metode mengatasi serangan penyerang punggung hitam

Dampak dari serangan penyerang punggung hitam ini sangat berarti.BBC mencatat bahwa pernah terjadi beberapa cedera berat yang dialami masyarakat Australia, bahkan kasus kematian akibat serangan burung ini. Tentu saja, kematian tersebut tidak disebabkan secara langsung oleh serangan burung jagal punggung hitam, melainkan terjadi ketika orang yang diserang jatuh, tertabrak, hingga menabrak sesuatu saat mencoba menghindari burung tersebut.

Di balik fakta tersebut, pemerintah Australia sendiri tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan serangan balik, mengganggu sarang, atau membunuh burung ini. Alasannya berkaitan dengan kelangsungan hidup salah satu hewan asli Negeri Kanguru ini. Perburuan hanya diperbolehkan jika ada alasan yang kuat dan dilakukan di bawah pengawasan pihak tertentu. Jika sudah demikian, lalu apa yang bisa kita lakukan ketika menjadi korban serangan dari burung itu?

Baca Juga  5 Fakta Menarik Doha, Kota Mewah di Tengah Timur Tengah

Australian Museum melaporkan bahwa langkah terpenting adalah segera menjauh setelah kita mengetahui tanda-tanda sarang atau keberadaan induk burung elang hitam saat memasuki musim kawin. Jika ada satu individu yang mencoba menyerang, segera lari pergi tanpa melakukan gerakan agresif, misalnya mengangkat tangan untuk mengusir burung tersebut. Lebih disarankan untuk membungkuk sambil melindungi kepala ketika akan menjauh dari serangan burung elang hitam.

Selain itu, pemerintah Australia juga memasang plakat peringatan mengenai keberadaan burung kuskus di beberapa lokasi agar masyarakat lebih waspada. Sebagai langkah pencegahan, anak-anak hingga orang dewasa terkadang diberikan “topi” dan kacamata khusus untuk melindungi kepala jika tertyerang burung ini. Terdapat pula himbauan lain, yaitu anjuran untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat musim kawin burung kuskus.

Setelah mengetahui mengenai serangan dari hewan berbahaya yang dikenal sebagai “jagal punggung hitam”, rasanya julukan bahwa Australia dan belahan Bumi Selatan dihiasi oleh makhluk-makhluk unik yang berbahaya benar-benar tidak berlebihan. Bayangkan saja, ancaman yang mengintai di sana bisa ditemui di dalam air, daratan, bahkan hingga di udara. Oleh karena itu, jika sedang berkunjung atau tinggal di sana, selalu waspada terhadap kehidupan liar di sekitar, ya!

7 Fakta Menarik Common Loon, Burung Selam yang Memiliki Suara Khas 5 Fakta Mengenai Burung Bulbul Telinga Cokelat, Burung yang Memiliki Suara Keras dan Mengganggu 5 Burung Indah Asli Indonesia, Seperti Bidadari yang Mengudara di Langit