Trending

Teknologi Indonesia dan Bursa Asia Kompak Naik, Ini Pemicunya

.CO.ID – JAKARTA.Saham teknologi di pasar Asia Tengah sedang naik daun. Bahkan di beberapa pasar saham, saham teknologi menjadi yang paling menguntungkan sepanjang tahun ini.

Di Tiongkok, misalnya, saham Eoptolink Technology Inc. Ltd menjadi yang paling naik dalam indeks CSI 300. Saham Eoptolink Technology Inc. Ltd telah melonjak sebesar 343,05% secarayear to date per Rabu (1/10).

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Mengikuti kenaikan saham Zhongji Innolight Co Ltd., saham Foxconn Industrial Internet dan Suzhou TFC Optical Communication Co Ltd. masing-masing melonjak sebesar 226,84%, 207,02% dan 157,14%. 2. Setelah saham Zhongji Innolight Co Ltd. naik tajam, saham Foxconn Industrial Internet dan Suzhou TFC Optical Communication Co Ltd. juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 226,84%, 207,02% dan 157,14%. 3. Sementara saham Zhongji Innolight Co Ltd. mengalami kenaikan signifikan, saham Foxconn Industrial Internet dan Suzhou TFC Optical Communication Co Ltd. masing-masing melonjak sebesar 226,84%, 207,02% dan 157,14%. 4. Kenaikan saham Zhongji Innolight Co Ltd. diikuti oleh saham Foxconn Industrial Internet dan Suzhou TFC Optical Communication Co Ltd. yang masing-masing meningkat sebesar 226,84%, 207,02% dan 157,14%. 5. Setelah saham Zhongji Innolight Co Ltd. melonjak, saham Foxconn Industrial Internet dan Suzhou TFC Optical Communication Co Ltd. juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 226,84%, 207,02% dan 157,14%.

Baca Juga  Mid Caps Jadi Target, Analis Ungkap Strategi Efektif Hadapi Window Dressing

Di bursa saham Hong Kong, saham JD Health International Inc. dan Alibaba Group Holding Ltd masing-masing naik sebesar 136,65% dan 116,52% sepanjang tahun ini.

Berpindah ke pasar Jepang, saham Softbank Group Corp telah melonjak sebesar 98,58%. Selanjutnya, saham NEC Corp dan M3 Inc masing-masing meningkat 67,46% dan 62,31%.

Ternyata, kenaikan ini juga terjadi pada saham-saham teknologi lokal. Hal ini terlihat dari kinerja indeks IDX sektor Teknologi yang telah melonjak 175,22% secara year to date.

Sama seperti bursa sebelah, saham teknologi di dalam negeri juga berperan sebagai penggerak pasar saham. Yaitu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang melonjak 573,70% sepanjang tahun 2025 ini.

Kenaikan saham perusahaan pengelola pusat data yang terkait dengan Toto Otto Sugiri telah memberikan kontribusi sebesar 287,06 poin terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pakar Investasi Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menganggap kenaikan harga saham perusahaan teknologi dipengaruhi oleh harapan pengurangan suku bunga dunia hingga akhir tahun 2025.

Di mana, The Fed dan beberapa bank sentral besar masih memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada kuartal IV-2025. Bank Indonesia (BI) bahkan telah mengurangi suku bunga acuan sebesar 125 bps sepanjang tahun ini.

Ini meningkatkan sikap risiko investor terhadap saham growth seperti teknologi. Selain itu, peningkatan terhadap saham perusahaan teknologi juga dipengaruhi oleh pemanfaatan digital dan AI,” jelas Alrich.

Baca Juga  6 Perbedaan Bisnis dan Kewirausahaan Sejati

Analis Penelitian Infovesta Capital Advisory Arjun Ajwani menambahkan bahwa sejak awal tahun, prospek dan sentimen terhadap saham teknologi sedang positif, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.

“Karena perkembangan AI, ada juga investor global yang membeli saham perusahaan semiconductor di pasar lain, hal ini juga berdampak pada sentimen terhadap saham teknologi lokal,” katanya.

Dari dalam negeri, Arjun mengamati kenaikan indeks IDX sektor Teknologi yang tidak bisa dipisahkan dari kontribusi saham DCII yang memiliki bobot terbesar. Wajar jika kapitalisasi pasar DCII mencapai Rp 677 triliun, menjadi yang terbesar keempat di BEI.

Menurutnya, kenaikan harga saham DCII sepanjang tahun ini disebabkan oleh dasar yang kuat dengan pertumbuhan laba yang tinggi dan stabil. DCII juga mendapatkan sentimen positif dari prospek bisnis pusat data.

DCII yang bergerak di bidang infrastruktur digital seperti cloud computing dan pusat data mengalami sentimen positif karena proyeksi permintaan dan kebutuhan pusat data di masa depan,” ujar Arjun.

Arjun mengatakan bahwa ekspektasi ekspansi pusat data serta meningkatnya permintaan layanan cloud dan infrastruktur digital juga mendorong proyeksi pendapatan DCII, sehingga berdampak pada kenaikan harga sahamnya.

Nafan Aji Gusta, Analis Pasar Senior Mirae Asset Sekuritas menyoroti bahwa saham-saham teknologi lokal juga terpengaruh oleh kinerja dasar perusahaan-perusahaan yang baik.

Baca Juga  Membangun Ekosistem Zakat untuk Kemakmuran Bangsa

Ia mengamati secara teknis, kenaikan saham EMTK telah melebihi harga target yang ditetapkan. Sementara saham teknologi lainnya, seperti GOTO dan BUKA masih berada dalam tren positif dan belum mencapai target.

“Secara teknis, GOTO saat ini masih dalam proses penurunan yang terbatas karena sentimen positifnya terkait dengan stabilitas ekonomi nasional yang didukung oleh permintaan dalam negeri yang tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, dari saham-saham yang terdapat dalam indeks IDX Sektor Teknologi, pilihannya jatuh pada BUKA dan GOTO. Ia menyarankan untuk menambah posisi BUKA dengan target harga sebesar Rp 222 danaddGOTO dengan sasaran Rp 74.

Sementara, Alrich menilai saham EMTK, BUKA dan WIRGmasih layak untuk diperhatikan. Ia menyarankan hold atau beli EMTKdengan harga target sebesar Rp 1.700 danstop loss di bawah Rp 1.350.