Trending

Kerugian Banjir Jakarta Capai Rp 1,6 Triliun, Teknologi Jadi Solusi

Musim hujan di Indonesia merupakan siklus tahunan yang selalu menghadirkan dua hal, yaitu curah hujan tinggi dan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, akibat banjir yang terjadi di Jabodetabek pada bulan Maret 2025, kerugian ekonomi telah mencapai angka Rp 1,6 triliun.

Angka luar biasa ini menunjukkan satu hal yaitu keterlambatan dalam mengambil tindakan bukan lagi sekadar risiko, tetapi sebuah kepastian biaya.

Faktor utama yang menyebabkan dampak besar ini adalah keterlambatan dalam penyampaian informasi. Masyarakat sering kali baru menyadari bahaya ketika air sudah meluap ke dalam rumah, sehingga hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk menyelamatkan diri maupun harta benda.

Di sinilah pentingnya mengganti pola pikir dari respons setelah bencana menjadi investasi yang lebih proaktif melalui sistem peringatan dini (early warning system).

Manajer Produk PT Nusa Network Prakarsa, M. Abghi Giffary, menyampaikan, tantangan utama saat ini ialah rendahnya tingkat penerimaanearly warning system oleh pemerintah daerah.

Meskipun menurut Abghi, teknologi mitigasi seharusnya dipandang bukan hanya sebagai pengeluaran, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga keselamatan jiwa dan mengurangi kerugian ekonomi.

Baca Juga  Cara Jadi Jutawan ala Charlie Munger: 7 Langkah Efektif

Bila keputusan bisa diambil lebih cepat, tindakan evakuasi akan lebih terarah, serta risiko kehilangan nyawa dapat diminimalkan sebanyak mungkin.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inti dari teknologi yang didukung oleh sensor dan Internet of Things (IoT) adalah mengubah data lingkungan menjadi informasi yang bermanfaat. 2. Tujuan utama dari teknologi berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) adalah mengolah data lingkungan. 3. Esensi dari penggunaan teknologi sensor dan Internet of Things (IoT) terletak pada kemampuan untuk mengubah data lingkungan menjadi sesuatu yang berguna. 4. Teknologi yang didukung oleh sensor dan Internet of Things (IoT) bertujuan untuk mengubah data lingkungan menjadi bentuk yang lebih bermakna. 5. Maksud dari teknologi yang menggunakan sensor dan Internet of Things (IoT) adalah mengubah data lingkungan menjadi informasi yang dapat digunakan.real-timemenjadi keputusan penyelamatan yang tepat.

“Daerah pemerintah perlu melihat teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam melindungi penduduknya,” kata Abghi, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga  Tugas dan Wewenang OJK, Regulator dari Krisis Keuangan

Solusi Hadapi Kondisi Ekstrem

Untuk memenuhi kebutuhan penting ini, PT Nusa Network Prakarsa meluncurkan Nada, sebuah solusi IoT canggih yang dirancang khusus untuk sistem peringatan dini di Indonesia.

Abghi mengklaim, Nada memberikan inovasi yang mengatasi kelemahan sistem tradisional.

Di antaranya dirancang dengan standar IP68 dan sepenuhnya didukung oleh energi matahari (solar powered).

“Suara dapat berfungsi secara mandiri dan tahan terhadap cuaca ekstrem tanpa memerlukan pasokan listrik,” katanya.

Perangkat ini tidak hanya bergantung pada jaringan seluler (sampai 4G), tetapi juga menyediakan pilihan peningkatan ke jaringan satelit, memastikan data tetap bisa dikirim meskipun berada di area terpencil.

Data real-timedapat dikumpulkan dengan jangka waktu yang bisa disesuaikan antara 5 hingga 60 menit.

Untuk masalah banjir, Nada menggabungkan tiga sensor penting yaitu Sensor Tingkat Air yang memanfaatkan teknologi radar dengan jangkauan hingga 40 meter, tanpa komponen yang terendam air, sehingga menjamin ketelitian dan ketahanan.

Kemudian Sensor Hujan yang mampu mengukur tingkat curah hujan dengan akurasi tinggi (0,2 mm) dan memiliki kemampuan menyimpan data sementara ketika sinyal tidak stabil.

Baca Juga  Musyarakah Mutanaqisah: Pengertian, Rukun, dan Aturannya

Terakhir, Sensor Cuaca yang menyediakan data cuaca menyeluruh, mulai dari kelembapan, radiasi matahari, hingga kemungkinan sambaran petir, memberikan gambaran cuaca yang lebih lengkap untuk prediksi dini.

Segala data ini selanjutnya disampaikan melaluidashboardramah pengguna, memungkinkan pihak berwenang untuk mengetahui keadaan secara tepat dan mengambil langkah penanggulangan yang sesuai.

Kehadiran Nada serta teknologi serupa menjadi pemicu perubahan dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia.

Bukan hanya sekadar memasang alat, tetapi lebih pada membentuk budaya kewaspadaan.

“Dengan adanya early warning systemyang canggih, pintar, dan mudah diterapkan, pemerintah daerah bisa lebih siap menghadapi ancaman,” tambah Abghi.