Trending

5 Kondisi Ibu Hamil Perlu Vaksin RSV, Juga Penting untuk Janin

Ibu pasti ingin memberikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil sejak ia masih berada di dalam kandungan. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatannya melalui vaksinasi. Ternyata, ada satu jenis vaksin yang mungkin belum banyak diketahui, namun sangat penting untuk melindungi bayi dari gangguan pernapasan sejak lahir, yaitu vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus).

Kemudian, kondisi ibu hamil apa saja yang sebaiknya menerima vaksin ini? Mari kita bahas bersama, Bun!

Mengenal RSV pada bayi

Respiratory Syncytial Virus(VSR) merupakan virus yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Virus ini sering menyerang bayi dan lansia, serta dapat membahayakan terutama bagi bayi yang masih sangat muda.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, sekitar 75 persen bayi berusia 0-1 tahun yang dirawat di rumah sakit karena RSV mengalami kondisi tersebut dalam enam bulan pertama kehidupannya, baik mereka lahir prematur maupun cukup bulan. Ini menunjukkan bahwa risiko terkena infeksi RSV pada bayi baru lahir sangat tinggi.

Pola penyebaran virus RSV berbeda-beda di setiap negara. Contohnya, di Thailand, virus ini cenderung menyebar selama musim hujan hingga musim dingin. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa RSV sebenarnya dapat menular sepanjang tahun. Hal ini membuat para orang tua, khususnya ibu yang memiliki bayi baru lahir, perlu tetap waspada sepanjang waktu, bukan hanya pada musim tertentu.

Mengapa ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk menerima vaksin RSV?

Saat ini, belum tersedia vaksin RSV yang dapat langsung diberikan kepada bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, salah satu metode terbaik untuk menjaga kesehatan janin adalah dengan memberikan vaksin RSV kepada ibu yang sedang hamil.

Kemudian, vaksin akan diberikan kepada perempuan yang sedang hamil dan mencakup kedua jenis strain RSV (A dan B). Selanjutnya, kekebalan yang dimiliki ibu akan disampaikan kepada bayi sejak lahir. Dengan demikian, bayi mendapatkan perlindungan alami tanpa perlu menunggu pengobatan atau vaksin tambahan setelah dilahirkan.

Jika ibu belum menerima vaksin ini saat sedang hamil, bayi tetap bisa mendapatkan perlindungan melalui pemberian antibodi buatan setelah lahir. Namun, vaksinasi selama masa kehamilan masih dianggap sebagai metode paling efektif untuk mencegah infeksi sejak dini.

Kondisi seorang ibu yang sedang hamil yang memerlukan vaksin RSV

RSV adalah virus yang dapat membahayakan bayi, khususnya pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Dengan menerima vaksin RSV saat sedang hamil, Bunda memberikan perlindungan terbaik sejak awal. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki kebutuhan yang sama. Ada kondisi tertentu yang membuat vaksin RSV sangat disarankan. Berikut ciri-cirinya:

1. Wanita yang sedang mengandung dan memasuki trimester terakhir

Vaksin RSV umumnya diberikan pada trimester ketiga kehamilan (antara 32–36 minggu). Tujuannya adalah agar antibodi dari vaksin dapat disampaikan kepada janin sebelum lahir, sehingga bayi memiliki perlindungan sejak hari pertama kehidupannya.

Dikutip dari National Library of Medicine, berdasarkan uji klinis tahap 2 mengenai vaksin RSVPreF3 pada ibu hamil yang sehat, antibodi yang dihasilkan terbukti dapat ditransfer secara efisien ke bayi melalui plasenta sehingga memberikan perlindungan sejak hari pertama_lahir

2. Ibu yang memiliki riwayat kelahiran bayi sebelum waktunya

Bayi yang lahir lebih cepat cenderung lebih rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sepenuhnya. Jika Ibu memiliki riwayat persalinan sebelum waktunya atau dokter memperkirakan adanya risiko kelahiran prematur, vaksin RSV menjadi perlindungan tambahan yang penting.

3. Ibu yang tinggal di wilayah dengan angka infeksi RSV yang tinggi

Di beberapa daerah, RSV cenderung meningkat pada musim tertentu. Jika Ibu sedang hamil menjelang masa tersebut, vaksinasi RSV dapat membantu mengurangi kemungkinan bayi terinfeksi setelah lahir.

4. Wanita yang sedang hamil dan memiliki kondisi kesehatan tertentu

Beberapa kondisi kesehatan ibu dapat meningkatkan kemungkinan bayi mengalami infeksi yang parah, contohnya:

  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Hipertensi dalam kehamilan
  • Sejarah penyakit pernapasan atau jantung

Pada kondisi ini, dokter biasanya lebih menyarankan vaksin RSV agar anak Anda mendapatkan perlindungan tambahan.

5. Ibu yang ingin memberikan perlindungan sejak awal

Jika vaksin tidak diberikan selama kehamilan, bayi masih bisa mendapat perlindungan melalui suntikan antibodi buatan setelah lahir. Namun, banyak ibu merasa lebih tenang jika antibodi alami sudah diperoleh sejak dalam kandungan melalui vaksin RSV.

Dilaporkan oleh data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat tahun 2024, menunjukkan bahwa setelah vaksin RSV untuk ibu dan pemberian antibodi nirsevimab tersedia secara luas, jumlah kasus rawat inap akibat RSV pada bayi berusia 0–7 bulan mengalami penurunan hampir separuh dibandingkan musim sebelumnya.

Selain itu, menurut laporan dalam jurnal National Library of Medicine, sebuah analisis meta terhadap lebih dari 30 penelitian menyebutkan bahwa rata-rata 26 dari 1.000 bayi di bawah usia 6 bulan dirawat karena RSV setiap tahunnya, yang menunjukkan betapa berbahayanya infeksi ini padanewborn.

RSV mungkin terdengar asing, namun virus ini bisa sangat berbahaya bagi bayi, khususnya pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Dengan vaksin RSV, Ibu telah memberikan perlindungan terbaik sejak di dalam kandungan.

Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter kandungan mengenai waktu pemberian vaksin ini yang paling sesuai dengan kondisi kehamilan Bunda. Karena setiap kehamilan memiliki keunikan tersendiri, dan kesehatan Bunda serta bayi selalu menjadi prioritas utama.

Untuk Ibu-ibu yang ingin berbagi tentang pengasuhan anak dan mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Squad. Daftar sekarang dengan klik di SINI. Gratis!

Exit mobile version